<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Cerita Pendek</title>
	<atom:link href="http://ceritabeta.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ceritabeta.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 31 Jul 2008 11:01:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ceritabeta.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Cerita Pendek</title>
		<link>http://ceritabeta.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ceritabeta.wordpress.com/osd.xml" title="Cerita Pendek" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ceritabeta.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>sejarah carok madura</title>
		<link>http://ceritabeta.wordpress.com/2008/07/31/sejarah-carok-madura/</link>
		<comments>http://ceritabeta.wordpress.com/2008/07/31/sejarah-carok-madura/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Jul 2008 10:58:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dna09</dc:creator>
				<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[belanda]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[carok]]></category>
		<category><![CDATA[kesalahan]]></category>
		<category><![CDATA[madura]]></category>
		<category><![CDATA[ningrat]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritabeta.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Menelusuri Sejarah Carok dan Celurit Carok dan celurit laksana dua sisi mata uang. Satu sama lain tak bisa dipisahkan. Hal ini muncul di kalangan orang-orang Madura sejak zaman penjajahan Belanda abad 18 M. Carok merupakan simbol kesatria dalam memperjuangkan harga diri (kehormatan).  PADA zaman Cakraningrat, Joko Tole dan Panembahan Semolo di Madura, tidak mengenal budaya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritabeta.wordpress.com&amp;blog=3562900&amp;post=16&amp;subd=ceritabeta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menelusuri Sejarah Carok dan Celurit</p>
<p>Carok dan celurit laksana dua sisi mata uang. Satu sama lain tak bisa dipisahkan. Hal ini muncul di kalangan orang-orang Madura sejak zaman penjajahan Belanda abad 18 M. Carok merupakan simbol kesatria dalam memperjuangkan harga diri (kehormatan).  <span id="more-16"></span></p>
<p>PADA zaman Cakraningrat, Joko Tole dan Panembahan Semolo di Madura, tidak mengenal budaya tersebut. Budaya yang ada waktu itu adalah membunuh orang secara kesatria dengan menggunakan pedang atau keris. Senjata celurit mulai muncul pada zaman legenda Pak Sakera. Mandor tebu dari Pasuruan ini hampir tak pernah meninggalkan celurit setiap pergi ke kebun untuk mengawasi para pekerja. Celurit bagi Sakera merupakan simbol perlawanan rakyat jelata. Lantas apa hubungannya dengan carok?Carok dalam bahasa Kawi kuno artinya perkelahian. Biasanya melibatkan dua orang atau dua keluarga besar. Bahkan antarpenduduk sebuah desa di Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan. Pemicu dari carok ini berupa perebutan kedudukan di keraton, perselingkuhan, rebutan tanah, bisa juga dendam turun-temurun selama bertahun-tahun.Pada abad ke-12 M, zaman kerajaan Madura saat dipimpin Prabu Cakraningrat dan abad 14 di bawah pemerintahan Joko Tole, istilah carok belum dikenal. Bahkan pada masa pemerintahan Penembahan Semolo, putra dari Bindara Saud putra Sunan Kudus di abad ke-17 M tidak ada istilah carok.Munculnya budaya carok di pulau Madura bermula pada zaman penjajahan Belanda, yaitu pada abad ke-18 M. Setelah Pak Sakerah tertangkap dan dihukum gantung di Pasuruan, Jawa Timur, orang-orang bawah mulai berani melakukan perlawanan pada penindas. Senjatanya adalah celurit. Saat itulah timbul keberanian melakukan perlawanan.Namun, pada masa itu mereka tidak menyadari, kalau dihasut oleh Belanda. Mereka diadu dengan golongan keluarga Blater (jagoan) yang menjadi kaki tangan penjajah Belanda, yang juga sesama bangsa. Karena provokasi Belanda itulah, golongan blater yang seringkali melakukan carok pada masa itu. Pada saat carok mereka tidak menggunakan senjata pedang atau keris sebagaimana yang dilakukan masyarakat Madura zaman dahulu, akan tetapi menggunakan celurit sebagai senjata andalannya.Senjata celurit ini sengaja diberikan Belanda kepada kaum blater dengan tujuan merusak citra Pak Sakera sebagai pemilik sah senjata tersebut. Karena beliau adalah seorang pemberontak dari kalangan santri dan seorang muslim yang taat menjalankan agama Islam. Celurit digunakan Sakera sebagai simbol perlawanan rakyat jelata terhadap penjajah Belanda. Sedangkan bagi Belanda, celurit disimbolkan sebagai senjata para jagoan dan penjahat.Upaya Belanda tersebut rupanya berhasil merasuki sebagian masyarakat Madura dan menjadi filsafat hidupnya. Bahwa kalau ada persoalan, perselingkuhan, perebutan tanah, dan sebagainya selalu menggunakan kebijakan dengan jalan carok. Alasannya adalah demi menjunjung harga diri. Istilahnya, daripada putih mata lebih baik putih tulang. Artinya, lebih baik mati berkalang tanah daripada menanggung malu.Tidak heran jika terjadi persoalan perselingkuhan dan perebutan tanah di Madura maupun pada keturunan orang Madura di Jawa dan Kalimantan selalu diselesaikan dengan jalan carok perorangan maupun secara massal. Senjata yang digunakan selalu celurit. Begitu pula saat melakukan aksi kejahatan, juga menggunakan celurit.Kondisi semacam itu akhirnya, masyarakat Jawa, Kalimantan, Sumatra, Irian Jaya, Sulawesi mengecap orang Madura suka carok, kasar, sok jagoan, bersuara keras, suka cerai, tidak tahu sopan santun, dan kalau membunuh orang menggunakan celurit. Padahal sebenarnya tidak semua masyarakat Madura demikian.Masyarakat Madura yang memiliki sikap halus, tahu sopan santun, berkata lembut, tidak suka bercerai, tidak suka bertengkar, tanpa menggunakan senjata celurit, dan sebagainya adalah dari kalangan masyarakat santri. Mereka ini keturunan orang-orang yang zaman dahulu bertujuan melawan penjajah Belanda.Setelah sekian tahun penjajah Belanda meninggalkan pulau Madura, budaya carok dan menggunakan celurit untuk menghabisi lawannya masih tetap ada, baik itu di Bangkalan, Sampang, maupun Pamekasan. Mereka mengira budaya tersebut hasil ciptaan leluhurnya, tidak menyadari bila hasil rekayasa penjajah Belanda.</p>
<p>http://posmo.wordpress.com/2006/07/21/simbol-perlawanan-rakyat-jelata/</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ceritabeta.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ceritabeta.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ceritabeta.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ceritabeta.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ceritabeta.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ceritabeta.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ceritabeta.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ceritabeta.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ceritabeta.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ceritabeta.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ceritabeta.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ceritabeta.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ceritabeta.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ceritabeta.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ceritabeta.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ceritabeta.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritabeta.wordpress.com&amp;blog=3562900&amp;post=16&amp;subd=ceritabeta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritabeta.wordpress.com/2008/07/31/sejarah-carok-madura/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f14c89a4854137624391fbba4da1a685?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dna09</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kekuatan Pikiran Bawah Sadar</title>
		<link>http://ceritabeta.wordpress.com/2008/07/23/kekuatan-pikiran-bawah-sadar/</link>
		<comments>http://ceritabeta.wordpress.com/2008/07/23/kekuatan-pikiran-bawah-sadar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jul 2008 13:29:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dna09</dc:creator>
				<category><![CDATA[argumen]]></category>
		<category><![CDATA[bawah]]></category>
		<category><![CDATA[kekuatan]]></category>
		<category><![CDATA[mind]]></category>
		<category><![CDATA[pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[power]]></category>
		<category><![CDATA[sadar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritabeta.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Manusia memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menciptakan mahakarya. Kekuatan terbesar dalam diri manusia itu terdapat pada pikiran. Tetapi kita jarang membuktikan kekuatan pikiran tersebut, sebab kita sering terjebak dalam zona nyaman atau kebiasaan tertentu. Sehingga selamanya tidak dapat mencari kemungkinan yang lebih baik atau perubahan nasib yang berarti. Oleh karena itu milikilah target yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritabeta.wordpress.com&amp;blog=3562900&amp;post=14&amp;subd=ceritabeta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Manusia memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menciptakan mahakarya. Kekuatan terbesar dalam diri manusia itu terdapat pada pikiran. Tetapi kita jarang membuktikan kekuatan pikiran tersebut, sebab kita sering terjebak dalam zona nyaman atau kebiasaan tertentu. Sehingga selamanya tidak dapat mencari kemungkinan yang lebih baik atau perubahan nasib yang berarti. <span id="more-14"></span></p>
<p>Oleh karena itu milikilah target yang lebih tinggi untuk merangsang kekuatan dalam pikiran tersebut. Sebab target atau sasaran baru yang dipikirkan itu akan menggerakkan diri kita untuk melaksanakan tindakan. Apalagi jika diyakini target tersebut bakal tercapai, maka diri kita akan lebih siap menghadapi tantangan yang ada.</p>
<p>Setelah tindakan-tindakan baru yang lebih konstruktif dikerjakan hingga berulang-ulang, maka tanpa disadari kita sudah banyak melakukan hal-hal penting hinga kita tiba di zona baru, dimana kita berhasil mencapai target yang didambakan. Itulah mengapa dikatakan bahwa manusia mempunyai potensi yang sangat besar dalam pikiran bawah sadar. Kekuatan pikiran bawah sadar itu dapat dibangkitkan melalui 2 cara, yaitu: autosuggestion dan visualization.</p>
<p><strong>Autosuggestion</strong></p>
<p>Keinginan-keinginan kita merupakan informasi penting untuk pikiran bawah sadar. Sebab keinginan yang terekam kuat dalam pikiran bawah sadar sangat besar dapat menjadi daya dorong yang akan menggerakkan diri kita untuk berbuat sesuatu yang luar biasa. Keinginan yang sangat besar dan terekam dalam pikiran bawah sadar itulah yang dinamakan autosuggestion.</p>
<p>Autosuggestion seharusnya dilakukan dengan penuh rasa percaya, melibatkan emosi dalam diri, dilakukan penuh konsentrasi terhadap obyek yang positif, dan berulang-ulang. Selanjutnya, pikiran bawah sadar inilah yang akan mendikte gerak-gerik tubuh kita. Kekuatan yang ditimbulkan oleh pikiran bawah sadar itu sangat dahsyat entah digunakan untuk melakukan perbuatan buruk atau baik. Kadangkala niat untuk melakukan sesuatu secara otomatis muncul dari pikiran bawah sadar.</p>
<p>Autosuggestion akan mengetuk kesadaran (heartknock). Karena dilakukan berulang-ulang dan rutin, suatu ketika kata-kata tersebut akan menembus pikiran bawah sadar. Lalu pikiran bawah sadar itupun memompa semangat. Energi itu dapat dimanfaatkan untuk mewujudkan impian hidup kita.</p>
<p>Mungkin kegiatan autosuggestion ini akan dianggap aneh oleh orang lain. Tetapi itulah salah satu cara untuk mengubah diri dari dalam. Biasakan mendengar pola pikir positif dan melakukan kebiasaan-kebiasaan yang konstruktif. Jadi jangan ragu untuk melakukan budaya-budaya yang potensial, menumbuhkan optimisme dan kreatifitas.</p>
<p>Ada 6 (P) petunjuk dalam melakukan autosuggestion, yaitu;<br />
- Positive	: pada saat melakukan autosuggestion, pikirkan hal-hal yang positif saja.<br />
- Powerful	: lakukan dengan penuh keyakinan sebab dapat memberikan kekuatan untuk      berbuat sesuatu yang luar biasa.<br />
- Precise : keinginan yang hendak dicapai harus sudah dapat dideskripsikan, karena pikiran bawah sadar hanya bisa menyusun berdasarkan kategori.<br />
- Present Tense: dalam bentuk keinginan saat ini, bukan keinginan di masa lalu atau akan        datang.<br />
- Personal	: lakukan perubahan positif terhadap diri sendiri terlebih dahulu.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ceritabeta.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ceritabeta.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ceritabeta.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ceritabeta.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ceritabeta.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ceritabeta.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ceritabeta.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ceritabeta.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ceritabeta.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ceritabeta.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ceritabeta.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ceritabeta.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ceritabeta.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ceritabeta.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ceritabeta.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ceritabeta.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritabeta.wordpress.com&amp;blog=3562900&amp;post=14&amp;subd=ceritabeta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritabeta.wordpress.com/2008/07/23/kekuatan-pikiran-bawah-sadar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f14c89a4854137624391fbba4da1a685?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dna09</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Empat Kepribadian</title>
		<link>http://ceritabeta.wordpress.com/2008/05/23/empat-kepribadian/</link>
		<comments>http://ceritabeta.wordpress.com/2008/05/23/empat-kepribadian/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 May 2008 18:55:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dna09</dc:creator>
				<category><![CDATA[argumen]]></category>
		<category><![CDATA[kepribadian]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[sifat]]></category>
		<category><![CDATA[tipe]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritabeta.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Galen, seorang ahli fisiolog Romawi yang hidup di abad ke-2 Masehi , yang pertama kali memperkenalkan teori empat kepribadian. Ia menyatakan bahwa kepribadian manusia bisa dibagi menjadi empat kelompok besar: sanguin (populer), koleris (kuat), melankolis (sempurna), dan phlegmatis (damai). Meski teori ini tergolong sangat kuno, para psikolog masa sekarang mengakui, teori kepribadian ini banyak benarnya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritabeta.wordpress.com&amp;blog=3562900&amp;post=12&amp;subd=ceritabeta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Galen, seorang ahli fisiolog Romawi yang hidup di abad ke-2 Masehi , yang pertama kali memperkenalkan teori empat kepribadian. Ia menyatakan bahwa kepribadian manusia bisa dibagi menjadi empat kelompok besar: sanguin (populer), koleris (kuat), melankolis (sempurna), dan phlegmatis (damai). Meski teori ini tergolong sangat kuno, para psikolog masa sekarang mengakui, teori kepribadian ini banyak benarnya.</p>
<p><span id="more-12"></span></p>
<p>Menurut teori ini, tipe pertama adalah sanguin, tipe yang mempunyai energi yang besar, suka bersenang-senang, dan supel. Mereka suka mencari perhatian, sorotan, kasih sayang, dukungan, dan penerimaan orang-orang di sekelilingnya. Orang bertipe sanguin suka memulai percakapan dan menjadi sahabat bagi semua orang. Orang tipe ini biasanya optimis dan selalu menyenangkan. Namun, ia tidak teratur, emosional, dan sangat sensitif terhadap apa yang dikatakan orang terhadap dirinya. Dalam pergaulan, orang sanguin sering dikenal sebagai “si tukang bicara”.</p>
<p>Tipe kedua adalah koleris, yang suka berorientasi pada sasaran. Aktivitasnya dicurahkan untuk berprestasi, memimpin, dan mengorganisasikan. Orang bertipe koleris menuntut loyalitas dan penghargaan dari sesama, berusaha mengendalikan dan mengharapkan pengakuan atas prestasinya, serta suka ditantang dan mau menerima tugas-tugas sulit. Tapi mereka juga suka merasa benar sendiri, suka kecanduan jika melakukan sesuatu, keras kepala, dan tidak peka terhadap perasaan orang lain. Orang koleris seperti ini sering diidentifikasi sebagai “si pelaksana”.</p>
<p>Tipe ketiga adalah melankolis yang cenderung diam dan pemikir. Ia berusaha mengejar kesempurnaan dari apa yang menurutnya penting. Orang dalam tipe ini butuh ruang dan ketenangan supaya mereka bisa berpikir dan melakukan sesuatu. Orang bertipe melankolis berorientasi pada tugas, sangat berhati-hati, perfeksionis, dan suka keteraturan. Karenanya, orang melanklolis sering kecewa dan depresi jika apa yang diharapkannya tidak sempurna. Orang melankolis sering diidentifikasi sebagai “si perfeksionis” atau “si pemikir”.</p>
<p>Tipe keempat adalah phlegmatis, yang seimbang, stabil, merasa diri sudah cukup, dan tidak merasa perlu merubah dunia. Ia juga tak suka mempersoalkan hal-hal sepele, tidak suka risiko atau tantangan, dan butuh waktu untuk menghadapi perubahan. Orang bertipe ini kurang disiplin dan motivasi sehingga suka menunda-nunda sesuatu. Kadang, ia dipandang orang lain sebagai lamban. Bukannya karena ia kurang cerdas, tapi justru karena ia lebih cerdas dari yang lain. Orang phlegmatis tak suka keramaian ataupun banyak bicara. Namun, ia banyak akal dan bisa mengucapkan kata yang tepat di saat yang tepat, sehingga cocok menjadi negosiator. Orang phlegmatis kadang diidentifikasi sebagai “si pengamat” atau “si manis”.</p>
<p>Setiap orang mempunyai kombinasi dari dua kepribadian. Umumnya salah satunya lebih dominan, kadang juga keduanya seimbang. Sanguin dan koleris bisa berkombinasi secara alami karena keduanya ekstrovert, optimis dan terus terang. Kombinasi ini menghasilkan individu yang sangat energik. Mereka punya daya tarik serta banyak bicara sambil menyelesaikan pekerjaan mereka, entah melakukannya sendiri atau menyuruh orang lain untuk mengerjakannya.</p>
<p>Phlegmatis dan melankolis bisa berkombinasi karena keduanya introvert, pesimis, dan lembut. Mereka melakukan segala sesuatu dengan sempurna dan tepat waktu, tidak mau mengambil sikap konfrontatif. Namun anak tipe ini akan mudah terkuras energinya jika berurusan dengan orang lain.</p>
<p>Kombinasi koleris-melankolis dan sanguin-phlegmatis menggabungkan optimis dan pesimis, yang suka hura-hura dengan yang tidak suka hura-hura, dan yang supel dengan yang suka menarik diri. Akibatnya anak cenderung tidak seimbang dan berubah-ubah kepribadiannya tergantung keadaan. Kombinasi koleris-melankolis menghasilkan individu yang sangat berorientasi pada tugas. Kombinasi ini akan menjadi peraih prestasi tertinggi, melakukan segala sesuatu dengan cepat dan sesempurna mungkin. Namun mereka bisa menjadi nge-boss dan manipulatif sekaligus mudah stres jika orang lain tak bisa melakukan segalanya dengan benar dan tepat waktu.</p>
<p>Kepribadian sanguin dan phlegmatis juga bisa berkombinasi, menghasilkan orang yang berorientasi pada hubungan. Kombinasi ini menjadikannya teman bagi semua orang. Ia dikagumi karena sifat humornya, selalu rileks, dan menerima orang lain apa adanya. Namun ia cenderung tidak disiplin, tidak suka melakukan apapun, mudah lupa tanggung jawabnya, dan selalu dapat merayu orang lain untuk mengerjakannya bagi mereka.</p>
<p>Kepribadian memang bisa dirubah sedikit demi sedikit setelah tumbuh dewasa. Misalnya, jika ia merasa terlalu emosional, ia bisa merubahnya sedikit demi sedikit sehingga bisa lebih sabar. Namun kepribadian seseorang telah ada sejak ia lahir, dan akan mempengaruhi cara berpikir dan bertindak dalam kehidupannya. Maka ada baiknya jika kita bisa memahami kepribadian diri kita sendiri, juga kepribadian orang-orang di sekitar kita. Karena tiap tipe kepribadian ini mempunyai kelebihan dan kekurangan, dan masing-masing tipe ini akan berinteraksi dengan baik jika dapat saling melengkapi.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ceritabeta.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ceritabeta.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ceritabeta.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ceritabeta.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ceritabeta.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ceritabeta.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ceritabeta.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ceritabeta.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ceritabeta.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ceritabeta.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ceritabeta.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ceritabeta.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ceritabeta.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ceritabeta.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ceritabeta.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ceritabeta.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritabeta.wordpress.com&amp;blog=3562900&amp;post=12&amp;subd=ceritabeta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritabeta.wordpress.com/2008/05/23/empat-kepribadian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f14c89a4854137624391fbba4da1a685?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dna09</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cinta Adalah</title>
		<link>http://ceritabeta.wordpress.com/2008/05/21/cinta-adalah/</link>
		<comments>http://ceritabeta.wordpress.com/2008/05/21/cinta-adalah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 May 2008 18:52:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dna09</dc:creator>
				<category><![CDATA[argumen]]></category>
		<category><![CDATA[arti cinta]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[komitmen]]></category>
		<category><![CDATA[percintaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritabeta.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Sudah banyak lagu digubah, puisi ditulis, dan kanvas dilukis untuk menggambarkan cinta. Tapi apakah cinta itu sebenarnya? Tentunya seorang pelukis akan berbeda dengan seorang pencipta lagu dalam menjelaskan cinta. Bahkan setiap orang akan mendefinisikan cinta dengan cara yang berbeda. Psikologi sebagai ilmu yang mempelajari manusia, sudah lama tertarik dengan konsep cinta (misalnya Eric Fromm dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritabeta.wordpress.com&amp;blog=3562900&amp;post=11&amp;subd=ceritabeta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<pre>Sudah banyak lagu digubah, puisi ditulis, dan kanvas dilukis untuk
menggambarkan cinta. Tapi apakah cinta itu sebenarnya? Tentunya seorang
pelukis akan berbeda dengan seorang pencipta lagu dalam menjelaskan cinta.
Bahkan setiap orang akan mendefinisikan cinta dengan cara yang berbeda.
<span id="more-11"></span>
Psikologi sebagai ilmu yang mempelajari manusia, sudah lama tertarik dengan
konsep cinta (misalnya Eric Fromm dan Maslow) karena manusia satu-satunya
makhluk yang dapat merasakan cinta. Hanya saja masalahnya, sebagai sebuah
konsep, cinta sedemikian abstraknya sehingga sulit untuk didekati secara
ilmiah. Saya mencoba memilih teori seorang psikolog, Robert Sternberg
(1988), yang telah berusaha untuk menjabarkan cinta dalam konteks hubungan
antara dua orang.

Menurut Sternberg (1988), cinta adalah sebuah kisah, kisah yang ditulis oleh
setiap orang. Kisah tersebut merefleksikan kepribadian, minat dan perasaan
seseorang terhadap suatu hubungan. Ada kisah tentang perang memperebutkan
kekuasaan, misteri, permainan dan sebagainya. Kisah pada setiap orang
berasal dari "skenario" yang sudah dikenalnya, apakah dari orang tua,
pengalaman, cerita dan sebagainya. Kisah ini biasanya mempengaruhi orang
bagaimana ia bersikap dan bertindak dalam sebuah hubungan.

Sternberg (1988) terkenal dengan teorinya tentang *Triangular Theory of Love
* (segitiga cinta). Segitiga cinta itu mengandung komponen:

   1. Keintiman (*intimacy*)
   2. Gairah (*passion*)
   3. Komitmen (*commitment*)

Keintiman adalah elemen emosi, yang di dalamnya terdapat kehangatan,
kepercayaan (*trust*) dan keinginan untuk membina hubungan. Ciri-cirinya
antara lain seseorang akan merasa dekat dengan seseorang, senang
bercakap-cakap dengannya sampai waktu yang lama, merasa rindu bila lama
tidak bertemu, dan ada keinginan untuk bergandengan tangan atau saling
merangkul bahu.

Gairah adalah elemen motivasional yang didasari oleh dorongan dari dalam
diri yang bersifat seksual.

Komitmen adalah elemen kognitif, berupa keputusan untuk secara sinambung dan
tetap menjalankan suatu kehidupan bersama. Menurut Sternberg (1988), setiap
komponen itu pada setiap orang berbeda derajatnya. Ada yang hanya tinggi di
gairah, tapi rendah pada komitmen. Sedangkan cinta yang ideal adalah apabila
ketiga komponen itu berada dalam proporsi yang sesuai pada suatu waktu
tertentu. Misalnya pada tahap awal hubungan, yang paling besar adalah
komponen keintiman. Setelah keintiman berlanjut pada gairah yang lebih besar
(dalam beberapa budaya), disertai dengan komitmen yang lebih besar. Misalnya
melalui perkawinan.
 Dari ketiga komponen cinta diatas, dapat membentuk delapan kombinasi jenis
cinta sebagai berikut:

   1. *Nonlove*, tak ada gairah yang timbul, biasanya hubungan dengan
   orang dalam lingkungan sehari-hari karena interaksinya hanya bersifat
   sepintas saja, tidak memiliki komponen gairah, keintiman dan komitmen
   2. *Liking* (persahabatan), sebagai salah satu komponen emosi yang ada
   adalah perasaan suka bukanlah cinta, hanya memiliki komponen keintiman
   3. *Infatuation love* (ketergila-gilaan), gairah yang timbul tanpa
   keintiman dan komitmen, biasanya cinta yang terjadi pada pandangan pertama
   4. *Empty love* (cinta kosong), ada unsur komitmen tetapi kurang intim
   dan kurang gairah. Hubungan yang lama akan semakin membosankan
   5. *Romantic love* (cinta romantis), hubungan intim yang menggairahkan
   tetapi kurang komitmen sehingga pasangan yang jatuh cinta romantis ini
   terbawa secara fisik dan emosi, tetapi tidak mengharapkan hubungan jangka
   panjang
   6. *Companionate love*, hasil dari komponen keintiman dan komitmen
   tanpa adanya gairah cinta. Dalam perkawinan yang lama tidak akan
   menggairahkan secara fisik lagi
   7. *Fatous love* (cinta buta), mempunyai gairah dan komitmen tetapi
   kurang intim, dimana cinta ini sulit dipertahankan karena kurang adanya
   aspek emosi
   8. *Consummate love* (cinta yang sempurna), yaitu cinta yang tersusun
   atas komponen keintiman, gairah dan komitmen.

Pada remaja, diharapkan mulai mengenali cinta melalui hubungan yang
mengandung komponen keintiman. Mulai dari tahap perkenalan, lalu menjadi
teman akrab, lalu sahabat. Pada tahap persahabatan, baik dengan lawan jenis
maupun sesama jenis kelamin, diharapkan berkembang perasaan hangat,
kedekatan dan emosi-emosi lain yang lebih kaya. Dalam hubungan antar jenis,
persahabatan dapat berkembang dengan komitmen pacaran. Pada tahap pacaran
ini keintiman dapat muncul komponen gairah dengan proporsi yang relatif
rendah.

Pada pasangan yang telah dewasa, bila faktor-faktor emosional dan sosial
telah dinilai siap, maka hubungan itu dapat dilanjutkan dengan membuat
komitmen perkawinan. Dalam perkawinan, diharapkan ketiga komponen ini tetap
hadir dan sama kuatnya.

Pada budaya tertentu, komitmen dianggap sebagai kekuatan utama dalam
perkawinan. Karena itu banyak perkawinan (dalam budaya tersebut) yang hanya
dilandasi oleh komitmen masing-masing pihak pada lembaga perkawinan itu
sendiri. Perkawinan dipandang sebagai keharusan budaya dan agama untuk
melanjutkan keturunan, atau karena usia, atau untuk meningkatkan status,
atau sebab-sebab lain. Perkawinan seperti ini akan terasa kering karena baik
suami maupun istri hanya menjalankan kewajibannya saja.

Variasi lain, perkawinan hanya dianggap sebagai lembaga yang mengesahkan
hubungan seksual. Perkawinan semacam ini kehilangan sifat persahabatannya,
yang ditandai dengan tidak adanya kemesraan suami istri, seperti makan
bersama, berbincang-bincang, saling berpelukan dan sebagainya.

Seperti telah diuraikan sebelumnya, pola hubungan cinta seseorang sangat
ditentukan oleh pengalamannya sendiri mulai dari masa kanak-kanak. Bagaimana
orang tuanya saling mengekspresikan perasaan cinta (atau malah bertengkar
melulu), hubungan awal dengan teman-teman dekat, kisah-kisah romantis sampai
yang horor, dan seterusnya, akan membekas dan mempengaruhi seseorang dalam
berhubungan. Karenanya setiap orang disarankan untuk menyadari kisah cinta
yang ditulis untuk dirinya sendiri.

Memang teori Sternberg (1988) tentang cinta ini belumlah lengkap dan
memuaskan semua orang. Misalnya bagaimana teori ini dapat menjelaskan cinta
ibu terhadap anaknya? Atau bagaimana cinta dapat dipertentangkan dengan
perang dan kebencian? Hanya saja, sebagai sebuah deskripsi ilmiah terhadap
fenomena cinta, teori ini dapat dikatakan cukup membantu dalam memetakan
pola-pola hubungan cinta antar individu.</pre>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ceritabeta.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ceritabeta.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ceritabeta.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ceritabeta.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ceritabeta.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ceritabeta.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ceritabeta.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ceritabeta.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ceritabeta.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ceritabeta.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ceritabeta.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ceritabeta.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ceritabeta.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ceritabeta.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ceritabeta.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ceritabeta.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritabeta.wordpress.com&amp;blog=3562900&amp;post=11&amp;subd=ceritabeta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritabeta.wordpress.com/2008/05/21/cinta-adalah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f14c89a4854137624391fbba4da1a685?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dna09</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengukir Kecerdasan yang Penuh Cinta</title>
		<link>http://ceritabeta.wordpress.com/2008/04/26/mengukir-kecerdasan-yang-penuh-cinta/</link>
		<comments>http://ceritabeta.wordpress.com/2008/04/26/mengukir-kecerdasan-yang-penuh-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Apr 2008 15:21:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dna09</dc:creator>
				<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[cerdas]]></category>
		<category><![CDATA[cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[mengukir kecerdasan yang penuh cinta]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritabeta.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Mau punya anak cerdas &#38; baik hati? FAIZ: Mengukir Kecerdasan Penuh Cinta Masih ingat Faiz? Anak ajaib yang memenangkan Lomba Menulis Surat untuk Presiden (2003)? Dalam usia belia, Faiz dianugrahi banyak penghargaan, antara lain sebagai Anak Cerdas Kreatif Indonesia Tahun 2006, versi Yayasan Cerdas Kreatif pimpinan Kak Seto. Hingga kini Faiz sudah menerbitkan 6 buku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritabeta.wordpress.com&amp;blog=3562900&amp;post=10&amp;subd=ceritabeta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mau punya anak cerdas &amp; baik hati?</p>
<p>FAIZ: Mengukir Kecerdasan Penuh Cinta</p>
<p>Masih ingat Faiz? Anak ajaib yang memenangkan Lomba Menulis Surat untuk Presiden (2003)?</p>
<p>Dalam usia belia, Faiz dianugrahi banyak penghargaan, antara lain sebagai Anak Cerdas Kreatif Indonesia Tahun 2006, versi Yayasan Cerdas<br />
Kreatif pimpinan Kak Seto. Hingga kini Faiz sudah menerbitkan 6 buku di tambah 5 antologi bersama. Buku Faiz, &#8220;Untuk Bunda dan Dunia&#8221; (DAR Mizan<br />
2004) terbit saat ia berusia 8 tahun.<br />
Berikut ini tulisan sang Bunda tentang pengalamannya mengandung sang anak ajaib tersebut. mudah2an bermanfaat.<br />
<span id="more-10"></span><br />
MENGUKIR KECERDASAN YANG PENUH CINTA</p>
<p>(Helvy Tiana Rosa)</p>
<p>&#8220;Bagaimana cerita waktu hamil? Kok anak kalian bisa secerdas itu?&#8221;<br />
Itulah pertanyaan yang kerap dilontarkan orang pada saya dan suami.<br />
Dan biasanya sebelum menjawab, saya dan Mas saling berpandangan, tersenyum, mengenang masa-masa itu.</p>
<p>Saat hamil anak pertama, saya sedang menyelesaikan skripsi sarjana, sambil bekerja sebagai redaktur suatu majalah. Saya dan Mas hidup<br />
sederhana di sebuah rumah petak dekat sungai Ciliwung. Jalan menuju rumah kontrakan kami cukup berliku dan curam. Setiap hari saya harus pergi ke kampus<br />
dan ke kantor dengan terlebih dahulu jalan kaki mendaki untuk sampai ke jalan raya.<br />
Dari sana saya harus berganti angkutan umum hingga tiga kali.</p>
<p>Setiap bertemu dengan para tetangga, mereka geleng-geleng kepala melihat ransel besar di atas pundak saya.<br />
&#8220;Wah ini ibu hamil gagah banget ya!&#8221;<br />
&#8220;Iya nih kok kayaknya segar terus, nggak ada capeknya.&#8221;<br />
&#8220;Aduh mbak, staminanya luar biasa deh!&#8221;</p>
<p>Saya lagi-lagi tersenyum. Tentu saya tahu bagaimana harus menjaga kandungan dari serangan rasa letih. Tetapi belajar dan bekerja bagi saya<br />
adalah sebuah kenikmatan sejati yang menyehatkan saya, dan yang saya yakini juga bagi calon bayi saya. Kalau sudah begitu, hilanglah semua lelah!</p>
<p>&#8220;Sayang, aku ingin anak kita nanti menjadi anak yang cerdas, bukan hanya secara akal pikiran, tetapi juga cerdas sec ara emosional dan spiritual,&#8221;<br />
kata Mas sambil membelai perut saya.</p>
<p>Saya mengangguk. &#8220;Aku juga ingin seperti itu, Mas. Kita berdoa dan berusaha bersama ya,&#8221; jawab saya sambil menggenggam tangannya.</p>
<p>Sungguh saya tersentuh. Setiap pagi, sebelum kami berangkat kerja, Mas sudah menyiapkan sarapan lengkap khusus buat saya dan calon<br />
anaknya. Makanan yang ia siapkan pun sangat menyehatkan: sayur, daging, telur, tahu tempe , lalu ada buah dan tentu saja tak ketinggalan susu Prenagen! Begitu<br />
juga kala malam tiba dan saya masih mengetik bahan skripsi, mas selalu membuatkan susu coklat hangat untuk saya.</p>
<p>&#8220;Kok kamu suka bicara sendiri, say? Atau lagi bicara sama anak kita?&#8221; Tanya mas suatu hari.<br />
Saya mengangguk. &#8220;Iya Mas, aku bicara dengan anak kita.&#8221;<br />
&#8220;Hmm, tapi masak dia juga diajak diskusi soal skripsi sarjana sastra-mu?<br />
Apa dia nggak pusing nanti?&#8221; Tanya mas lagi.</p>
<p>Saya tergelak. Mas juga. Saya jawil pipinya. &#8220;Tahu nggak say, anak kita sering bereaksi kalau aku ajak ngomong apa saja, juga soal<br />
skripsiku!&#8221;<br />
&#8220;O ya?&#8221;</p>
<p>Saya mengangguk serius. Memang sejak dinyatakan hamil oleh dokter, saya kerap berinteraksi dengan janin dalam kandungan saya lewat<br />
berbagai cara.<br />
Saya menyentuh dan membelainya, bercerita, bernyanyi, membacakan sesuatu (sejak hamil minat baca saya meningkat dahsyat!), mendengarkannya<br />
aneka musik, dan lain-lain seolah dia ada di hadapan saya. Saya juga menceritakan berbagai hal yang saya lihat dan menyentuh perasaan saya hari itu.</p>
<p>&#8220;Sayang, kalau kamu sudah besar nanti, kamu tolong, kamu bela orang-orang yang lemah dan teraniaya ya. Tadi bunda lihat nenek-nenek yang<br />
jualan diusir, di tendang-tendang di tepi trotoar. Bunda sedih. Kamu tanya apa yang bisa bunda lakukan? Ya, bunda turun dari bis dan membela nenek<br />
itu. Tapi barang-barang dagangannya sudah hancur. Bunda juga ditertawakan.<br />
Tak apa, yang penting bunda sudah melakukan sesuatu, meski kecil..&#8221;</p>
<p>&#8220;Cinta, hari ini bunda bertemu pengamen-pegamen kecil di jalan. Tapi kalau kita beri uang terus, nanti uang itu diambil para preman yang<br />
menyuruh mereka mengamen. Jadi bunda sengaja bawa roti unyil untuk dibagi-bagikan pada mereka. Suatu saat kita tolong mereka dengan sesuatu yang<br />
lebih dari yang bunda lakukan hari ini ya..</p>
<p>Apa pun cerita saya, janin di perut saya selalu merespon. Itu membuat saya tambah semangat. Setiap hari saya kutipkan untuknya puisi-puisi indah dari<br />
berbagai penyair dunia seperti Gib ran, Neruda, Rumi dan Iqbal. Juga puisi-puisi Chairil Anwar, Rendra, Taufiq Ismail, Sapardi Djoko Damono, dan<br />
lain-lain.</p>
<p>Dalam doaku subuh ini kau menjelma langit yang semalaman tak memejamkan mata,<br />
yang meluas bening siap menerima cahaya pertama, yang melengkung hening karena akan menerima suara-suara. .<br />
Aku mencintaimu, itu sebabnya aku tak akan pernah selesai mendoakan keselamatanmu.</p>
<p>(Sapardi Djoko Damono, Dalam Doaku)</p>
<p>Atau:</p>
<p>&#8220;Cinta, kamu tahu apa kata Pablo Neruda, penyair Chili yang meninggal saat bunda berusia tiga tahun itu tentang kita dan orang yang kita<br />
cintai? Dalam Soneta 18 dia bilang: begitu dekatnya sehingga tanganmu yang di dadaku serasa tanganku. Begitu dekat sehingga kalau aku tidur, yang<br />
terpejam tak lain matamu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Hari ini bunda buat puisi untuk kamu. Itu lho, bunda dan ayah masih bingung mau memberimu nama siapa? Puisinya sangat sederhana, tapi<br />
dibuat dengan cinta. Dengar ya!&#8221;</p>
<p>Hari ini kami susuri lagi cakrawala mencari nama berarti bagimu<br />
Tapi nama apa yang teramat pas bagi anak yang sangat cerdas?<br />
Nama apakah yang sangat tepat bagi anak yang amat kuat?<br />
Panggilan apa yang paling kena untuk anak yang penuh cinta?<br />
Untuk pribadi yang bahagianya adalah<br />
kala ia mampu membahagiakan orang lain?<br />
Di sepanjang jalan menuju rumah kita<br />
Kami temukan nama-nama berserakan<br />
seperti daun-daun kering yang bertebaran<br />
disapu angin kemarau.<br />
Cerdas, kuat, cinta, dan bahagia, itulah dirimu<br />
Tapi kami belum tiba pada sebuah nama yang mampu kami ucap<br />
untuk keberadaanmu, Cinta..</p>
<p>Tepat 9 bulan 10 hari, saya pun melahirkan secara nor mal. Alhamdulillah kami dikaruniai bayi laki-laki yang sehat. Di rumah sakit itulah<br />
kami memberinya nama Abdurahman Faiz yang berarti hamba Tuhan yang Maha Pengasih dan yang meraih kemenangan/keutamaa n. Begitu Faiz lahir saya<br />
memberikannya asi ekslusif hingga lebih dari 6 bulan.</p>
<p>Pada usia belum tiga tahun, Faiz sudah menampakkan bakat yang luar biasa.<br />
Saya terkejut ketika suatu pagi ia menyapa saya dan berkata: bunda, aku mencintaimu seperti aku mencintai surga..</p>
<p>Faiz menulis puisi pertamanya di komputer saat ia berusia 5 tahun<br />
Bunda,<br />
engkaulah yang menuntunku<br />
ke jalan kupu-kupu<br />
engkau adalah puisi abadi<br />
yang tak pernah kutemukan dalam buku</p>
<p>Sejak balita, ia pun menunjukkan empati yang mengesankan siapa saja di sekitarnya. Kalau kami sedang jalan-jalan, dengan ramah Faiz<br />
selalu menyapa semua tetangga yang kami jumpai. Kadang bahkan orang yang saya tak kenal!</p>
<p>Faiz juga tak sungkan memberhentikan semua tukang jualan yang lewat di depan rumah seperti tukang mainan, penjual es, penjual minyak<br />
tanah, hingga pengemis. Apa yang Faiz lakukan? Mengajak orang-orang itu sekadar istirahat di beranda rumah!</p>
<p>&#8220;Mampir, Pak. Istirahat dulu, Pak. Di luar panas sekali. Mari..&#8221;<br />
&#8220;Bapak mau minum yang dingin atau yang hangat?&#8221;<br />
&#8220;Maaf ya, aku bu kan mau beli, tapi aku mau tanya. Jangan marah ya, Pak.<br />
Apa bapak sudah makan? Makan saja di rumah kami. Ada sop dan perkedel hari ini!&#8221;</p>
<p>Buku puisi pertama Faiz Untuk Bunda dan Dunia (DAR Mizan 2004) terbit saat<br />
ia berusia 8 tahun. Ia menjuarai berbagai lomba mengarang tingkat nasional,<br />
termasuk memenangkan Lomba Menulis Surat untuk Presiden (2003).<br />
Dalam usia belia Faiz dianugrahi banyak penghargaan, antara lain sebagai Anak Cerdas Kreatif Indonesia Tahun 2006, versi Yayasan Cerdas Kreatif<br />
pimpinan Kak Seto. Hingga kini Faiz sudah menerbitkan 6 buku di tambah 5 antologi bersama.</p>
<p>Namun hal yang paling kami syukuri adalah sikap empati dan penuh cinta Faiz pada sesama yang kental terasa dalam karya serta tindakannya. Saat<br />
kelas II SD , ia berkata: &#8220;Aku menulis puisi karena empat alasan, Bunda. Untuk mengucapkan diriku, untuk menyentuh nurani sesama, untuk menolong<br />
orang dan agar aku bertambah pintar.&#8221; Alhamdulil lah dari royalti buku-bukunya Faiz telah pula memiliki kakak dan adik asuh sendiri!</p>
<p>&#8220;Bunda, kapan ya uangku cukup, untuk membangun rumah besar bagi anak-anak jalanan yang tinggal di kolong jembatan itu?&#8221; tanyanya suatu hari.<br />
Saya terhenyak. Pertanyaan yang sama dulu sekali, pernah saya lontarkan padanya, saat ia ada dalam kandungan saya. &#8220;Cinta, kapan ya bunda<br />
dan ayah bisa membangun sebuah rumah besar bagi anak-anak yang tak punya rumah dan ayah ibu itu? Kamu ikut doakan ya. Kalau sudah besar kamu<br />
perhatikan mereka ya, sayang..&#8221;</p>
<p>&#8220;Apa karena sejak dalam kandungan kamu sering mengajaknya bicara dengan kalimat-kalimat pilihan?&#8221; duga Mas Tomi. &#8220;Karena tak ada hal selain cinta<br />
yang kita sampaikan padanya sejak dini?&#8221; katanya dengan mata kaca.<br />
Tahun ini, setel ah Faiz berusia 11 tahun, saya kembali melahirkan anak kedua. Saya mencoba hal-hal yang serupa dan bahkan lebih seru pada<br />
kehamilan kali ini. Makan dan minum yang sehat (selalu ada Prenagen!), menjaga kebugaran, terus mengembangkan wawasan saat hamil dan tetap<br />
melakukan rutinitas, termasuk mengajar di sebuah perguruan tinggi negeri.<br />
Interaksi yang intens sedini mungkin dengan janin sampai masa kelahiran (hingga sekarang!) menjadi hal yang sangat penting bagi saya. Kali ini<br />
bukan hanya saya dan suami, tetapi Faiz pun sering mengajak calon adiknya berbicara, menceritakan, membacakan sesuatu, bernyanyi bersama, dan<br />
sebagainya..</p>
<p>Alhamdulillah anak kedua kami, Nadya Paramitha pun lahir, Februari lalu. Kini ia sudah 5 bulan dan tampak sehat, kuat, cerdas serta penuh<br />
cinta seperti abangnya.</p>
<p>(Helvy Tiana Rosa)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ceritabeta.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ceritabeta.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ceritabeta.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ceritabeta.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ceritabeta.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ceritabeta.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ceritabeta.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ceritabeta.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ceritabeta.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ceritabeta.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ceritabeta.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ceritabeta.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ceritabeta.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ceritabeta.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ceritabeta.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ceritabeta.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritabeta.wordpress.com&amp;blog=3562900&amp;post=10&amp;subd=ceritabeta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritabeta.wordpress.com/2008/04/26/mengukir-kecerdasan-yang-penuh-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f14c89a4854137624391fbba4da1a685?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dna09</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pudarnya Pesona Cleopatra</title>
		<link>http://ceritabeta.wordpress.com/2008/04/25/pudarnya-pesona-cleopatra/</link>
		<comments>http://ceritabeta.wordpress.com/2008/04/25/pudarnya-pesona-cleopatra/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Apr 2008 17:00:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dna09</dc:creator>
				<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[cleopatra]]></category>
		<category><![CDATA[islami]]></category>
		<category><![CDATA[memudar]]></category>
		<category><![CDATA[pesona]]></category>
		<category><![CDATA[pudar]]></category>
		<category><![CDATA[pudarnya pesona cleopatra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritabeta.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Dengan panjang lebar ibu menjelaskan, sebenarnya sejak ada dalan kandungan aku telah dijodohkan dengan Raihana yang tak pernah kukenal.&#8221; Ibunya Raihana adalah teman karib ibu waktu nyantri di pesantren Mangkuyudan Solo dulu&#8221; kata ibu. &#8220;Kami pernah berjanji, jika dikarunia anak berlainan jenis akan besanan untuk memperteguh tali persaudaraan. Karena itu ibu mohon keikhlasanmu&#8221; , ucap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritabeta.wordpress.com&amp;blog=3562900&amp;post=8&amp;subd=ceritabeta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ceritabeta.files.wordpress.com/2008/04/cleopatra.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-9" src="http://ceritabeta.files.wordpress.com/2008/04/cleopatra.jpg?w=197&#038;h=300" alt="cleopatra" width="197" height="300" /></a> Dengan panjang lebar ibu menjelaskan, sebenarnya sejak ada dalan  kandungan aku telah dijodohkan dengan Raihana yang tak pernah kukenal.&#8221; Ibunya Raihana adalah teman karib ibu waktu nyantri di pesantren Mangkuyudan Solo dulu&#8221;<br />
kata ibu.</p>
<p>&#8220;Kami pernah berjanji, jika dikarunia anak berlainan jenis akan besanan untuk memperteguh tali persaudaraan. Karena itu ibu mohon keikhlasanmu&#8221; , ucap beliau dengan nada mengiba.</p>
<p><span id="more-8"></span></p>
<p>Dalam pergulatan jiwa yang sulit berhari-hari, akhirnya aku pasrah. Aku menuruti keinginan ibu. Aku tak mau mengecewakan ibu. Aku ingin menjadi mentari pagi dihatinya, meskipun untuk itu aku harus mengorbankan diriku.</p>
<p>Dengan hati pahit kuserahkan semuanya bulat-bulat pada ibu. Meskipun sesungguhnya dalam hatiku timbul kecemasan-kecemasan yang datang begitu saja dan tidak tahu alasannya. Yang jelas aku sudah punya kriteria dan impian tersendiri untuk calon istriku. Aku tidak bisa berbuat apa-apa berhadapan dengan air mata ibu yang amat kucintai. Saat khitbah (lamaran) sekilas kutatap wajah Raihana, benar kata Aida adikku, ia memang baby face dan anggun.</p>
<p>Namun garis-garis kecantikan yang kuinginkan tak kutemukan sama sekali.<br />
Adikku, tante Lia mengakui Raihana cantik, &#8220;cantiknya alami, bisa jadi bintang iklan Lux lho, asli ! kata tante Lia. Tapi penilaianku lain, mungkin karena aku begitu hanyut dengan gadis-gadis Mesir titisan Cleopatra, yang tinggi semampai, wajahnya putih jelita, dengan hidung melengkung indah, mata bulat bening khas arab, dan bibir yang merah. Di hari-hari menjelang pernikahanku, aku berusaha menumbuhkan bibit-bibit cintaku untuk calon istriku, tetapi usahaku selalu sia-sia.</p>
<p>Aku ingin memberontak pada ibuku, tetapi wajah teduhnya meluluhkanku. Hari pernikahan datang. Duduk dipelaminan bagai mayat hidup, hati hampa tanpa cinta, Pestapun meriah dengan empat group rebana. Lantunan shalawat Nabipun terasa menusuk-nusuk hati. Kulihat Raihana tersenyum manis, tetapi hatiku terasa teriris-iris dan jiwaku meronta. Satu-satunya harapanku adalah mendapat berkah dari Allah SWT atas baktiku pada ibuku yang kucintai.<br />
Rabbighfir li wa liwalidayya!</p>
<p>Layaknya pengantin baru, kupaksakan untuk mesra tapi bukan cinta, hanya sekedar karena aku seorang manusia yang terbiasa membaca ayat-ayatNya.<br />
Raihana tersenyum mengembang, hatiku menangisi kebohonganku dan kepura-puraanku. Tepat dua bulan Raihana kubawa ke kontrakan dipinggir kota Malang.</p>
<p>Mulailah kehidupan hampa. Aku tak menemukan adanya gairah. Betapa susah hidup berkeluarga tanpa cinta. Makan, minum, tidur, dan shalat bersama dengan makhluk yang bernama Raihana, istriku, tapi Masya Allah bibit cintaku belum juga tumbuh. Suaranya yang lembut terasa hambar, wajahnya yang teduh tetap terasa asing. Memasuki bulan keempat, rasa muak hidup bersama Raihana mulai kurasakan, rasa ini muncul begitu saja. Aku mencoba membuang jauh-jauh rasa tidak baik ini, apalagi pada istri sendiri yang seharusnya kusayang dan kucintai. Sikapku pada Raihana mulai lain. Aku lebih banyak diam, acuh tak acuh, agak sinis, dan tidur pun lebih banyak di ruang tamu atau ruang kerja.</p>
<p>Aku merasa hidupku ada lah sia-sia, belajar di luar negeri sia-sia, pernikahanku sia-sia, keberadaanku sia-sia.</p>
<p>Tidak hanya aku yang tersiksa, Raihanapun merasakan hal yang sama, karena ia orang yang berpendidikan, maka diapun tanya, tetapi kujawab &#8221; tidak apa-apa koq mbak, mungkin aku belum dewasa, mungkin masih harus belajar berumah tangga&#8221; Ada kekagetan yang kutangkap diwajah Raihana ketika kupanggil &#8216;mbak&#8217;, &#8221; kenapa mas memanggilku mbak, aku kan istrimu, apa mas sudah tidak mencintaiku&#8221; tanyanya dengan guratan wajah yang sedih. &#8220;wallahu a&#8217;lam&#8221; jawabku sekenanya. Dengan mata berkaca-kaca Raihana diam menunduk, tak lama kemudian dia terisak-isak sambil memeluk kakiku, &#8220;Kalau mas tidak mencintaiku, tidak menerimaku sebagai istri kenapa mas ucapkan akad nikah?</p>
<p>Kalau dalam tingkahku melayani mas masih ada yang kurang berkenan, kenapa mas tidak bilang dan menegurnya, kenapa mas diam saja, aku harus bersikap bagaimana untuk membahagiakan mas, kumohon bukalah sedikit hatimu untuk menjadi ruang bagi pengabdianku, bagi menyempurnakan ibadahku didunia ini&#8221;. Raihana mengiba penuh pasrah. Aku menangis menitikan air mata buka karena Raihana tetapi karena kepatunganku. Hari terus berjalan, tetapi komunikasi Kami tidak berjalan. Kami hidup seperti orang asing tetapi Raihana tetap melayaniku menyiapkan segalanya untukku.</p>
<p>Suatu sore aku pulang mengajar dan kehujanan, sampai dirumah habis maghrib, bibirku pucat, perutku belum kemasukkan apa-apa kecuali segelas kopi buatan Raihana tadi pagi, Memang aku berangkat pagi karena ada janji dengan teman. Raihana memandangiku dengan khawatir. &#8220;Mas tidak apa-apa&#8221; tanyanya dengan perasaan kuatir. &#8220;Mas mandi dengan air panas saja, aku sedang menggodoknya, lima menit lagi mendidih&#8221; lanjutnya. Aku melepas semua pakaian yang basah. &#8220;Mas airnya sudah siap&#8221; kata Raihana. Aku tak bicara sepatah katapun, aku langsung ke kamar mandi, aku lupa membawa handuk, tetapi Raihana telah berdiri didepan pintu membawa handuk. &#8220;Mas aku buatkan wedang jahe&#8221; Aku diam saja. Aku merasa mulas dan mual dalam perutku tak bisa kutahan.</p>
<p>Dengan cepat aku berlari ke kamar mandi dan Raihana mengejarku dan memijit-mijit pundak dan tengkukku seperti yang dilakukan ibu. &#8221; Mas masuk angin. Biasanya kalau masuk angin diobati pakai apa, pakai balsam, minyak putih, atau jamu?&#8221; Tanya Raihana sambil menuntunku ke kamar. &#8220;Mas jangan diam saja dong, aku kan tidak tahu apa yang harus kulakukan untuk membantu Mas&#8221;. &#8221; Biasanya dikerokin&#8221; jawabku lirih. &#8221; Kalau begitu kaos mas dilepas ya, biar Hana kerokin&#8221; sahut Raihana sambil tangannya melepas kaosku. Aku seperti anak kecil yang dimanja ibunya. Raihana dengan sabar mengerokin punggungku dengan sentuhan tangannya yang halus. Setelah selesai dikerokin, Raihana membawakanku semangkok bubur kacang hijau. Setelah itu aku merebahkan diri di tempat tidur. Kulihat Raihana duduk di kursi tak jauh dari tempat tidur sambil menghafal Al Quran dengan khusyu. Aku kembali sedih dan ingin menangis, Raihana manis tapi tak semanis gadis-gadis mesir titisan Cleopatra.</p>
<p>Dalam tidur aku bermimpi bertemu dengan Cleopatra, ia mengundangku untuk makan malam di istananya.&#8221; Aku punya keponakan namanya Mona Zaki, nanti akan aku perkenalkan denganmu&#8221; kata Ratu Cleopatra. &#8221; Dia memintaku untuk mencarikannya seorang pangeran, aku melihatmu cocok dan berniat memperkenalkannya denganmu&#8221;. Aku mempersiapkan segalanya. Tepat puku 07.00 aku datang ke istana, kulihat Mona Zaki dengan pakaian pengantinnya, cantik sekali. Sang ratu mempersilakan aku duduk di kursi yang berhias berlian.</p>
<p>Aku melangkah maju, belum sempat duduk, tiba-tiba &#8221; Mas, bangun, sudah jam setengah empat, mas belum sholat Isya&#8221; kata Raihana membangunkanku. Aku terbangun dengan perasaan kecewa. &#8221; Maafkan aku Mas, membuat Mas kurang suka, tetapi Mas belum sholat Isya&#8221; lirih Hana sambil melepas mukenanya, mungkin dia baru selesai sholat malam. Meskipun cuman mimpi tapi itu indah sekali, tapi sayang terputus. Aku jadi semakin tidak suka sama dia, dialah pemutus harapanku dan mimpi-mimpiku. Tapi apakah dia bersalah, bukankah dia berbuat baik membangunkanku untuk sholat Isya.</p>
<p>Selanjutnya aku merasa sulit hidup bersama Raihana, aku tidak tahu dari mana sulitnya. Rasa tidak suka semakin menjadi-jadi. Aku benar-benar terpenjara dalam suasana konyol. Aku belum bisa menyukai Raihana. Aku sendiri belum pernah jatuh cinta, entah kenapa bisa dijajah pesona gadis-gadis titisan Cleopatra.</p>
<p>&#8221; Mas, nanti sore ada acara qiqah di rumah Yu Imah. Semua keluarga akan datang termasuk ibundamu. Kita diundang juga. Yuk, kita datang bareng, tidak enak kalau kita yang dieluk-elukan keluarga tidak datang&#8221; Suara lembut Raihana menyadarkan pengembaraanku pada Jaman Ibnu Hazm. Pelan-pelan ia letakkan nampan yang berisi onde-onde kesukaanku dan segelas wedang jahe.</p>
<p>Tangannya yang halus agak gemetar. Aku dingin-dingin saja. &#8221; Maaf..maaf jika mengganggu Mas, maafkan Hana,&#8221; lirihnya, lalu perlahan-lahan beranjak meninggalkan aku di ruang kerja. &#8221; Mbak! Eh maaf, maksudku D..Din..Dinda Hana!, panggilku dengan suara parau tercekak dalam tenggorokan. &#8221; Ya Mas!&#8221;<br />
sahut Hana langsung menghentikan langkahnya dan pelan-pelan menghadapkan dirinya padaku. Ia berusaha untuk tersenyum, agaknya ia bahagia dipanggil &#8220;dinda&#8221;. &#8221; Matanya sedikit berbinar. &#8220;Te..terima kasih Di..dinda, kita berangkat bareng kesana, habis sholat dhuhur, insya Allah,&#8221; ucapku sambil menatap wajah Hana dengan senyum yang kupaksakan.</p>
<p>Raihana menatapku dengan wajah sangat cerah, ada secercah senyum bersinar dibibirnya. &#8221; Terima kasih Mas, Ibu kita pasti senang, mau pakai baju yang mana Mas, biar dinda siapkan? Atau biar dinda saja yang memilihkan ya?&#8221;.<br />
Hana begitu bahagia.</p>
<p>Perempuan berjilbab ini memang luar biasa, Ia tetap sabar mencurahkan bakti meskipun aku dingin dan acuh tak acuh padanya selama ini. Aku belum pernah melihatnya memasang wajah masam atau tidak suka padaku. Kalau wajah sedihnya ya. Tapi wajah tidak sukanya belum pernah. Bah, lelaki macam apa aku ini, kutukku pada diriku sendiri. Aku memaki-maki diriku sendiri atas sikap dinginku selama ini., Tapi, setetes embun cinta yang kuharapkan membasahi hatiku tak juga turun. Kecantikan aura titisan Cleopatra itu? Bagaimana aku mengusirnya. Aku merasa menjadi orang yang paling membenci diriku sendiri di dunia ini.</p>
<p>Acara pengajian dan qiqah putra ketiga Fatimah kakak sulung Raihana membawa sejarah baru lembaran pernikahan Kami. Benar dugaan Raihana, Kami dielu-elukan keluarga, disambut hangat, penuh cinta, dan penuh bangga. &#8220;</p>
<p>Selamat datang pengantin baru! Selamat datang pasangan yang paling ideal dalam keluarga! Sambut Yu Imah disambut tepuk tangan bahagia mertua dan bundaku serta kerabat yang lain. Wajah Raihana cerah. Matanya berbinar-binar bahagia. Lain dengan aku, dalam hatiku menangis disebut pasangan ideal.</p>
<p>Apanya yang ideal. Apa karena aku lulusan Mesir dan Raihana lulusan terbaik dikampusnya dan hafal Al Quran lantas disebut ideal? Ideal bagiku adalah seperti Ibnu Hazm dan istrinya, saling memiliki rasa cinta yang sampai pada pengorbanan satu sama lain. Rasa cinta yang tidak lagi memungkinkan adanya pengkhianatan. Rasa cinta yang dari detik ke detik meneteskan rasa bahagia.</p>
<p>Tapi diriku? Aku belum bisa memiliki cinta seperti yang dimiliki Raihana.<br />
Sambutan sanak saudara pada Kami benar-benar hangat. Aku dibuat kaget oleh sikap Raihana yang begitu kuat menjaga kewibawaanku di mata keluarga. Pada ibuku dan semuanya tidak pernah diceritakan, kecuali menyanjung kebaikanku sebagai seorang suami yang dicintainya. Bahkan ia mengaku bangga dan bahagia menjadi istriku. Aku sendiri dibuat pusing dengan sikapku. Lebih pusing lagi sikap ibuku dan mertuaku yang menyindir tentang keturunan. &#8221; Sudah satu tahun putra sulungku menikah, koq belum ada tanda-tandanya ya, padahal aku ingin sekali menimang cucu&#8221; kata ibuku. &#8221; Insya Allah tak lama lagi, ibu akan menimang cucu, doakanlah Kami. Bukankah begitu, Mas?&#8221; sahut Raihana sambil menyikut lenganku, aku tergagap dan mengangguk sekenanya.</p>
<p>Setelah peristiwa itu, aku mencoba bersikap bersahabat dengan Raihana. Aku berpura-pura kembali mesra dengannya, sebagai suami betulan. Jujur, aku hanya pura-pura. Sebab bukan atas dasar cinta, dan bukan kehendakku sendiri aku melakukannya, ini semua demi ibuku. Allah Maha Kuasa. Kepura-puraanku memuliakan Raihana sebagai seorang istri. Raihana hamil. Ia semakin manis.</p>
<p>Keluarga bersuka cita semua. Namun hatiku menangis karena cinta tak kunjung tiba. Tuhan kasihanilah hamba, datangkanlah cinta itu segera. Sejak itu aku semakin sedih sehingga Raihana yang sedang hamil tidak kuperhatikan lagi. Setiap saat nuraniku bertanya&#8221; Mana tanggung jawabmu!&#8221; Aku hanya diam dan mendesah sedih. &#8221; Entahlah, betapa sulit aku menemukan cinta&#8221; gumamku.</p>
<p>Dan akhirnya datanglah hari itu, usia kehamilan Raihana memasuki bulan ke enam. Raihana minta ijin untuk tinggal bersama orang tuanya dengan alasan kesehatan. Kukabulkan permintaanya dan kuantarkan dia kerumahnya. Karena rumah mertua jauh dari kampus tempat aku mengajar, mertuaku tak menaruh curiga ketika aku harus tetap tinggal dikontrakan. Ketika aku pamitan, Raihana berpesan, &#8221; Mas untuk menambah biaya kelahiran anak kita, tolong nanti cairkan tabunganku yang ada di ATM. Aku taruh dibawah bantal, no.pinnya sama dengan tanggal pernikahan kita&#8221;.</p>
<p>Setelah Raihana tinggal bersama ibunya, aku sedikit lega. Setiap hari Aku tidak bertemu dengan orang yang membuatku tidak nyaman. Entah apa sebabnya bisa demikian. Hanya saja aku sedikit repot, harus menyiapkan segalanya.<br />
Tapi toh bukan masalah bagiku, karena aku sudah terbiasa saat kuliah di Mesir.</p>
<p>Waktu terus berjalan, dan aku merasa enjoy tanpa Raihana. Suatu saat aku pulang kehujanan. Sampai rumah hari sudah petang, aku merasa tubuhku benar-benar lemas. Aku muntah-muntah, menggigil, kepala pusing dan perut mual. Saat itu terlintas dihati andaikan ada Raihana, dia pasti telah menyiapkan air panas, bubur kacang hijau, membantu mengobati masuk angin dengan mengeroki punggungku, lalu menyuruhku istirahat dan menutupi tubuhku dengan selimut. Malam itu aku benar-benar tersiksa dan menderita. Aku terbangun jam enam pagi. Badan sudah segar. Tapi ada penyesalan dalam hati, aku belum sholat Isya dan terlambat sholat subuh. Baru sedikit terasa, andaikan ada Raihana tentu aku ngak meninggalkan sholat Isya, dan tidak terlambat sholat subuh.</p>
<p>Lintasan Raihana hilang seiring keberangkatan mengajar di kampus. Apalagi aku mendapat tugas dari universitas untuk mengikuti pelatihan mutu dosen mata kuliah bahasa arab. Diantaranya tutornya adalah professor bahasa arab dari Mesir. Aku jadi banyak berbincang dengan beliau tentang mesir. Dalam pelatihan aku juga berkenalan dengan Pak Qalyubi, seorang dosen bahasa arab dari Medan. Dia menempuh S1-nya di Mesir. Dia menceritakan satu pengalaman hidup yang menurutnya pahit dan terlanjur dijalani. &#8220;Apakah kamu sudah menikah?&#8221; kata Pak Qalyubi. &#8220;Alhamdulillah, sudah&#8221; jawabku. &#8221; Dengan orang mana?. &#8221; Orang Jawa&#8221;. &#8221; Pasti orang yang baik ya. Iya kan? Biasanya pulang dari Mesir banyak saudara yang menawarkan untuk menikah dengan perempuan shalehah. Paling tidak santriwati, lulusan pesantren. Istrimu dari pesantren?&#8221;. &#8220;Pernah, alhamdulillah dia sarjana dan hafal Al Quran&#8221;. &#8221; Kau sangat beruntung, tidak sepertiku&#8221;. &#8221; Kenapa dengan Bapak?&#8221; &#8221; Aku melakukan langkah yang salah, seandainya aku tidak menikah dengan orang Mesir itu, tentu batinku tidak merana seperti sekarang&#8221;. &#8221; Bagaimana itu bisa terjadi?&#8221;. &#8220;</p>
<p>Kamu tentu tahu kan gadis Mesir itu cantik-cantik, dan karena terpesona dengan kecantikanya saya menderita seperti ini. Ceritanya begini, Saya seorang anak tunggal dari seorang yang kaya, saya berangkat ke Mesir dengan biaya orang tua. Disana saya bersama kakak kelas namanya Fadhil, orang Medan juga. Seiring dengan berjalannya waktu, tahun pertama saya lulus dengan predkat jayyid, predikat yang cukup sulit bagi pelajar dari Indonesia.</p>
<p>Demikian juga dengan tahun kedua. Karena prestasi saya, tuan rumah tempat saya tinggal menyukai saya. Saya dikenalkan dengan anak gadisnya yang bernama Yasmin. Dia tidak pakai jilbab. Pada pandangan pertama saya jatuh cinta, saya belum pernah melihat gadis secantuk itu. Saya bersumpah tidak akan menikaha dengan siapapun kecuali dia. Ternyata perasaan saya tidak bertepuk sebelah tangan. Kisah cinta saya didengar oleh Fadhil. Fadhil membuat garis tegas, akhiri hubungan dengan anak tuan rumah itu atau sekalian lanjutkan dengan menikahinya. Saya memilih yang kedua.</p>
<p>Ketika saya menikahi Yasmin, banyak teman-teman yang memberi masukan begini, sama-sama menikah dengan gadis Mesir, kenapa tidak mencari mahasiswi Al Azhar yang hafal Al Quran, salehah, dan berjilbab. Itu lebih selamat dari pada dengan Yasmin yang awam pengetahuan agamanya. Tetpai saya tetap teguh untuk menikahinya. Dengan biaya yang tinggi saya berhasil menikahi Yasmin.<br />
Yasmin menuntut diberi sesuatu yang lebih dari gadis Mesir.</p>
<p>Perabot rumah yang mewah, menginap di hotel berbintang. Begitu selesai S1 saya kembali ke Medan, saya minta agar asset yang di Mesir dijual untuk modal di Indonesia. Kami langsung membeli rumah yang cukup mewah di kota Medan. Tahun-tahun pertama hidup Kami berjalan baik, setiap tahunnya Yasmin mengajak ke Mesir menengok orang tuanya. Aku masih bisa memenuhi semua yang diinginkan Yasmin. Hidup terus berjalan, biaya hidup semakin nambah, anak Kami yang ketiga lahir, tetapi pemasukan tidak bertambah. Saya minta Yasmin untuk berhemat. Tidak setiap tahun tetapi tiga tahun sekali Yasmin tidak bisa.</p>
<p>Aku mati-matian berbisnis, demi keinginan Yasmin dan anak-anak terpenuhi.<br />
Sawah terakhir milik Ayah saya jual untuk modal. Dalam diri saya mulai muncul penyesalan. Setiap kali saya melihat teman-teman alumni Mesir yang hidup dengan tenang dan damai dengan istrinya. Bisa mengamalkan ilmu dan bisa berdakwah dengan baik. Dicintai masyarakat. Saya tidak mendapatkan apa yang mereka dapatkan. Jika saya pengin rendang, saya harus ke warung. Yasmin tidak mau tahu dengan masakan Indonesia.</p>
<p>Kau tahu sendiri, gadis Mesir biasanya memanggil suaminya dengan namanya.<br />
Jika ada sedikit letupan, maka rumah seperti neraka. Puncak penderitaan saya dimulai setahun yang lalu. Usaha saya bangkrut, saya minta Yasmin untuk menjual perhiasannya, tetapi dia tidak mau. Dia malah membandingkan dirinya yang hidup serba kurang dengan sepupunya. Sepupunya mendapat suami orang Mesir.</p>
<p>Saya menyesal meletakkan kecantikan diatas segalanya. Saya telah diperbudak dengan kecantikannya. Mengetahui keadaan saya yang terjepit, ayah dan ibu mengalah. Mereka menjual rumah dan tanah, yang akhirnya mereka tinggal di ruko yang kecil dan sempit. Batin saya menangis. Mereka berharap modal itu cukup untuk merintis bisnis saya yang bangkrut. Bisnis saya mulai bangkit, Yasmin mulai berulah, dia mengajak ke Mesir. Waktu di Mesir itulah puncak tragedy yang menyakitkan. &#8221; Aku menyesal menikah dengan orang Indonesia, aku minta kau ceraikan aku, aku tidak bisa bahagia kecuali dengan lelaki Mesir&#8221;.<br />
Kata Yasmin yang bagaikan geledek menyambar. Lalu tanpa dosa dia bercerita bahwa tadi di KBRI dia bertemu dengan temannya. Teman lamanya itu sudah jadi bisnisman, dan istrinya sudah meninggal.</p>
<p>Yasmin diajak makan siang, dan dilanjutkan dengan perselingkuhan. Aku pukul dia karena tak bisa menahan diri. Atas tindakan itu saya dilaporkan ke polisi. Yang menyakitkan adalah tak satupun keluarganya yang membelaku.<br />
Rupanya selama ini Yasmin sering mengirim surat yang berisi berita bohong.<br />
Sejak saat itu saya mengalami depresi. Dua bulan yang lalu saya mendapat surat cerai dari Mesir sekaligus mendapat salinan surat nikah Yasmin dengan temannya. Hati saya sangat sakit, ketika si sulung menggigau meminta ibunya pulang&#8221;.</p>
<p>Mendengar cerita Pak Qulyubi membuatku terisak-isak. Perjalanan hidupnya menyadarkanku. Aku teringat Raihana. Perlahan wajahnya terbayang dimataku, tak terasa sudah dua bualn aku berpisah dengannya. Tiba-tiba ada kerinduan yang menyelinap dihati. Dia istri yang sangat shalehah. Tidak pernah meminta apapun. Bahkan yang keluar adalah pengabdian dan pengorbanan. Hanya karena kemurahan Allah aku mendapatkan istri seperti dia. Meskipun hatiku belum terbuka lebar, tetapi wajah Raihana telah menyala didindingnya. Apa yang sedang dilakukan Raihana sekarang? Bagaimana kandungannya? Sudah delapan bulan. Sebentar lagi melahirkan. Aku jadi teringat pesannya. Dia ingin agar aku mencairkan tabungannya.</p>
<p>Pulang dari pelatihan, aku menyempatkan ke took baju muslim, aku ingin membelikannya untuk Raihana, juga daster, dan pakaian bayi. Aku ingin memberikan kejutan, agar dia tersenyum menyambut kedatanganku. Aku tidak langsung ke rumah mertua, tetapi ke kontrakan untuk mengambil uang tabungan, yang disimpan dibawah bantal. Dibawah kasur itu kutemukan kertas Merah jambu. Hatiku berdesir, darahku terkesiap. Surat cinta siapa ini, rasanya aku belum pernah membuat surat cinta untuk istriku. Jangan-jangan ini surat cinta istriku dengan lelaki lain. Gila! Jangan-jangan istriku serong. Dengan rasa takut kubaca surat itu satu persatu. Dan Rabbiï¿½?ï¿½ternyata surat-surat itu adalah ungkapan hati Raihana yang selama ini aku zhalimi. Ia menulis, betapa ia mati-matian mencintaiku, meredam rindunya akan belaianku. Ia menguatkan diri untuk menahan nestapa dan derita yang luar biasa. Hanya Allah lah tempat ia meratap melabuhkan dukanya. Dan ya .. Allah, ia tetap setia memanjatkan doa untuk kebaikan suaminya.<br />
Dan betapa dia ingin hadirnya cinta sejati dariku.</p>
<p>&#8220;Rabbi dengan penuh kesyukuran, hamba bersimpuh dihadapan-Mu. Lakal hamdu ya Rabb. Telah muliakan hamba dengan Al Quran. Kalaulah bukan karena karunia-Mu yang agung ini, niscaya hamba sudah terperosok kedalam jurang kenistaan. Ya Rabbi, curahkan tambahan kesabaran dalam diri hamba&#8221; tulis Raihana.</p>
<p>Dalam akhir tulisannya Raihana berdoa&#8221; Ya Allah inilah hamba-Mu yang kerdil penuh noda dan dosa kembali datang mengetuk pintumu, melabuhkan derita jiwa ini kehadirat-Mu. Ya Allah sudah tujuh bulan ini hamba-Mu ini hamil penuh derita dan kepayahan. Namun kenapa begitu tega suami hamba tak mempedulikanku dan menelantarkanku. Masih kurang apa rasa cinta hamba padanya. Masih kurang apa kesetiaanku padanya. Masih kurang apa baktiku padanya? Ya Allah, jika memang masih ada yang kurang, ilhamkanlah pada hamba-Mu ini cara berakhlak yang lebih mulia lagi pada suamiku.</p>
<p>Ya Allah, dengan rahmatMu hamba mohon jangan murkai dia karena kelalaiannya.<br />
Cukup hamba saja yang menderita. Maafkanlah dia, dengan penuh cinta hamba masih tetap menyayanginya. Ya Allah berilah hamba kekuatan untuk tetap berbakti dan memuliakannya. Ya Allah, Engkau maha Tahu bahwa hamba sangat mencintainya karena-Mu. Sampaikanlah rasa cinta ini kepadanya dengan cara-Mu. Tegurlah dia dengan teguran-Mu. Ya Allah dengarkanlah doa hamba-Mu ini. Tiada Tuhan yang layak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau&#8221;.</p>
<p>Tak terasa air mataku mengalir, dadaku terasa sesak oleh rasa haru yang luar biasa. Tangisku meledak. Dalam tangisku semua kebaikan Raihana terbayang. Wajahnya yang baby face dan teduh, pengorbanan dan pengabdiannya yang tiada putusnya, suaranya yang lembut, tanganya yang halus bersimpuh memeluk kakiku, semuanya terbayang mengalirkan perasaan haru dan cinta. Dalam keharuan terasa ada angina sejuk yang turun dari langit dan merasuk dalam jiwaku. Seketika itu pesona Cleopatra telah memudar berganti cinta Raihana yang datang di hati. Rasa sayang dan cinta pada Raihan tiba-tiba begitu kuat mengakar dalam hatiku. Cahaya Raihana terus berkilat-kilat dimata. Aku tiba-tiba begitu merindukannya. Segera kukejar waktu untuk membagi Cintaku dengan Raihana.</p>
<p>Kukebut kendaraanku. Kupacu kencang seiring dengan air mataku yang menetes sepanjang jalan. Begitu sampai di halaman rumah mertua, nyaris tangisku meledak. Kutahan dengan nafas panjang dan kuusap air mataku. Melihat kedatanganku, ibu mertuaku memelukku dan menangis tersedu- sedu. Aku jadi heran dan ikut menangis. &#8221; Mana Raihana Bu?&#8221;. Ibu mertua hanya menangis dan menangis. Aku terus bertanya apa sebenarnya yang telah terjadi.</p>
<p>&#8221; Raihanaï&#8230;istrimu. .istrimu dan anakmu yang dikandungnya&#8221; . &#8221; Ada apa dengan dia&#8221;. &#8221; Dia telah tiada&#8221;. &#8221; Ibu berkata apa!&#8221;. &#8221; Istrimu telah meninggal seminggu yang lalu. Dia terjatuh di kamar mandi. Kami membawanya ke rumah sakit. Dia dan bayinya tidak selamat. Sebelum meninggal, dia berpesan untuk memintakan maaf atas segala kekurangan dan kekhilafannya selama menyertaimu.</p>
<p>Dia meminta maaf karena tidak bisa membuatmu bahagia. Dia meminta maaf telah dengan tidak sengaja membuatmu menderita. Dia minta kau meridhionya&#8221; .<br />
Hatiku bergetar hebat. &#8221; kenapa ibu tidak memberi kabar padaku?&#8221;. &#8220;</p>
<p>Ketika Raihana dibawa ke rumah sakit, aku telah mengutus seseorang untuk menjemputmu di rumah kontrakan, tapi kamu tidak ada. Dihubungi ke kampus katanya kamu sedang mengikuti pelatihan. Kami tidak ingin mengganggumu. Apalagi Raihana berpesan agar Kami tidak mengganggu ketenanganmu selama pelatihan. Dan ketika Raihana meninggal Kami sangat sedih, Jadi Maafkanlah Kami&#8221;.</p>
<p>Aku menangis tersedu-sedu. Hatiku pilu. Jiwaku remuk. Ketika aku merasakan cinta Raihana, dia telah tiada. Ketika aku ingin menebus dosaku, dia telah meninggalkanku. Ketika aku ingin memuliakannya dia telah tiada. Dia telah meninggalkan aku tanpa memberi kesempatan padaku untuk sekedar minta maaf dan tersenyum padanya. Tuhan telah menghukumku dengan penyesalan dan perasaan bersalah tiada terkira.</p>
<p>Ibu mertua mengajakku ke sebuah gundukan tanah yang masih baru dikuburan pinggir desa. Diatas gundukan itu ada dua buah batu nisan. Nama dan hari wafat Raihana tertulis disana. Aku tak kuat menahan rasa cinta, haru, rindu dan penyesalan yang luar biasa. Aku ingin Raihana hidup kembali. Dunia tiba-tiba gelap semua</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ceritabeta.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ceritabeta.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ceritabeta.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ceritabeta.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ceritabeta.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ceritabeta.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ceritabeta.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ceritabeta.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ceritabeta.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ceritabeta.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ceritabeta.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ceritabeta.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ceritabeta.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ceritabeta.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ceritabeta.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ceritabeta.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritabeta.wordpress.com&amp;blog=3562900&amp;post=8&amp;subd=ceritabeta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritabeta.wordpress.com/2008/04/25/pudarnya-pesona-cleopatra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f14c89a4854137624391fbba4da1a685?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dna09</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ceritabeta.files.wordpress.com/2008/04/cleopatra.jpg?w=197" medium="image">
			<media:title type="html">cleopatra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Surat dari Setan</title>
		<link>http://ceritabeta.wordpress.com/2008/04/23/surat-dari-setan/</link>
		<comments>http://ceritabeta.wordpress.com/2008/04/23/surat-dari-setan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 19:10:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dna09</dc:creator>
				<category><![CDATA[surat]]></category>
		<category><![CDATA[cerita pendek]]></category>
		<category><![CDATA[cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[islami]]></category>
		<category><![CDATA[setan]]></category>
		<category><![CDATA[tobat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritabeta.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[SURAT DARI SETAN UNTUK MU Aku melihatmu kemarin, saat engkau memulai aktifitas harianmu. Kau bangun tanpa sujud mengerjakan subuhmu Bahkan kemudian, kau juga tidak mengucapkan &#8220;Bismillah&#8221; sebelum memulai santapanmu, juga tidak sempat mengerjakan shalat Isha sebelum berangkat ketempat tidurmu. Kau benar2 orang yang bersyukur, Aku menyukainya \Aku tak dapat mengungkapkan betapa senangnya aku melihatmu tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritabeta.wordpress.com&amp;blog=3562900&amp;post=3&amp;subd=ceritabeta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SURAT DARI  SETAN UNTUK MU</p>
<p>Aku melihatmu kemarin,  saat engkau memulai aktifitas  harianmu.<br />
Kau bangun tanpa  sujud mengerjakan subuhmu<br />
Bahkan kemudian, kau juga  tidak mengucapkan &#8220;Bismillah&#8221; sebelum<br />
memulai santapanmu, juga tidak  sempat mengerjakan shalat Isha sebelum<br />
berangkat ketempat  tidurmu.</p>
<p><span id="more-3"></span></p>
<p>Kau benar2 orang yang  bersyukur, Aku menyukainya<br />
\Aku tak dapat  mengungkapkan betapa senangnya aku melihatmu tidak<br />
merubah cara  hidupmu.<br />
Hai Bodoh, Kamu  millikku. Ingat, kau Dan aku  sudah bertahun-tahun bersama,<br />
Dan aku masih belum bisa benar2  mencintaimu .<br />
Malah aku masih  membencimu, karena aku benci  Allah.<br />
Aku hanya  menggunakanmu untuk membalas dendamku kepada  Allah.<br />
Dia sudah mencampakkan  aku dari surga, Dan aku akan tetap<br />
memanfaatkanmu sepanjang masa untuk  mebalaskannya<br />
Kau  lihat, ALLAH MENYAYANGIMU Dan dia masih memiliki<br />
rencana-rencana untukmu dihari depan.<br />
Tapi kau sudah  menyerahkan hidupmu padaku,<br />
Dan aku akan membuat kehidupanmu seperti  neraka.<br />
Sehingga Kita bisa  bersama dua kali Dan ini akan menyakiti hati ALLAH<br />
Aku benar-benar  berterimakasih padamu, karena aku sudah menunjukkan<br />
kepada NYA siapa  yang menjadi pengatur dalam hidupmu dalam masa2 yang kita  jalani<br />
Kita nonton film  porno bersama, memaki orang, mencuri, berbohong,<br />
munafik, makan  sekenyang-kenyangya , guyon2an jorok, bergosip,<br />
manghakimi orang,  menghujam orang dari belakang, tidak hormat pada orang tua  ,<br />
Tidak menghargai Masjid, berperilaku  buruk.<br />
TENTUNYA kau tak ingin  meninggalkan ini begitu saja.<br />
Ayolah, Hai Bodoh,  kita terbakar bersama, selamanya.<br />
Aku masih memiliki rencana2  hangat untuk kita.<br />
Ini hanya merupakan  surat penghargaanku untuk mu.<br />
Aku ingin mengucapkan  &#8216;TERIMAKASIH&#8217; karena sudah mengizinkanku<br />
memanfaatkan hampir semua masa  hidupmu.</p>
<p>Kamu memang sangat  mudah dibodohi, aku menertawakanmu.<br />
Saat kau tergoda berbuat dosa  kamu menghadiahkan tawa.<br />
Dosa  sudah  mulai mewarnai hidupmu.<br />
Kamu sudah 20 tahun lebih  tua, dan sekarang aku perlu darah muda.<br />
Jadi, pergi dan lanjutkanlah  mengajarkan orang-orang muda bagaimana berbuat  dosa.<br />
Yang perlu kau lakukan adalah  merokok, mabuk-mabukan, berbohong,<br />
berjudi, bergosip, dan hiduplah  se-egois mungkin.<br />
Lakukan semua ini didepan  anak-anak dan mereka akan  menirunya.<br />
Begitulah  anak-anak .<br />
Baiklah, aku persilahkan kau  bergerak sekarang.<br />
Aku akan kembali  beberapa detik lagi untuk menggoda mu lagi.<br />
Jika kau cukup cerdas, kau akan  lari sembunyi, dan bertaubat atas<br />
dosa-dosamu.</p>
<p>Dan hidup untuk Allah  dengan sisa umurmu yang tinggal  sedikit.<br />
Memperingati orang  bukan tabiatku, tapi diusiamu sekarang dan tetap<br />
melakukan dosa,  sepertinya memang agak aneh.<br />
Jangan salah  sangka, aku masih tetap membencimu.<br />
Hanya saja kau harus  menjadi orng tolol yang lebih baik dimata ALLAH.</p>
<p>Catatan : Jika kau  benar2 menyayangiku , kau tak akan membagi surat ini dengan  siapapun.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ceritabeta.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ceritabeta.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ceritabeta.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ceritabeta.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ceritabeta.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ceritabeta.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ceritabeta.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ceritabeta.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ceritabeta.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ceritabeta.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ceritabeta.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ceritabeta.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ceritabeta.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ceritabeta.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ceritabeta.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ceritabeta.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritabeta.wordpress.com&amp;blog=3562900&amp;post=3&amp;subd=ceritabeta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritabeta.wordpress.com/2008/04/23/surat-dari-setan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f14c89a4854137624391fbba4da1a685?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dna09</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jeniper Lovez Bertasbih</title>
		<link>http://ceritabeta.wordpress.com/2008/04/22/jeniper-lovez-bertasbih/</link>
		<comments>http://ceritabeta.wordpress.com/2008/04/22/jeniper-lovez-bertasbih/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Apr 2008 19:25:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dna09</dc:creator>
				<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[cerita pendek]]></category>
		<category><![CDATA[cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[islami]]></category>
		<category><![CDATA[jeniper]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritabeta.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Malam telah menurunkan jubah gelapnya ketika Kyai Rostam naik Mercedes Benz tuanya yang sudah berumur 5 tahunan tapi masih kelihatan metreng. Ia memacu Mobilnya menembus kegelapan. Malam semakin gelap. Tapi lelaki enam puluhan itu tak peduli. Dengan sarung dan selempangan kain di leher, ia menuju sebuah tempat; istana perempuan-perempuan malam. Tak lama kemudian seorang perempuan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritabeta.wordpress.com&amp;blog=3562900&amp;post=4&amp;subd=ceritabeta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Malam telah menurunkan jubah gelapnya ketika Kyai Rostam naik Mercedes Benz tuanya yang sudah berumur 5 tahunan tapi masih kelihatan metreng. Ia memacu Mobilnya menembus kegelapan. Malam semakin gelap. Tapi lelaki enam puluhan itu tak peduli. Dengan sarung dan selempangan kain di leher, ia menuju sebuah tempat; istana perempuan-perempuan malam.</p>
<p><span id="more-4"></span><br />
Tak lama kemudian seorang perempuan telah berada di dalam Mercedesnya. Kyai Rostam akan membawanya pulang. Meskipun senja telah menggantungi usianya, urusan perempuan dia tetap jagonya. Ia memilih perempuan yang paling cantik dan paling laris di lokalisasi prostitusi tersebut.<br />
Jeniper Lovez, perempuan di dalam Mercedez awalnya tak mengerti. Mengapa Mammyy mengijinkannya keluar? Siapakah yang akan dilayaninya. Lelaki berpeci putih dan bersarung inikah? Dari penampilannya, Jenifer sangsi. Birahi mungkin telah terbang dari tubuh layu itu. Tapi siapa tahu. Bandot tua saja bisa menjadi harimau kelaparan di dalam kamar; melumat tubuhnya hingga penuh berkas terkaman.<br />
Kyai Rostam melirik Jenifer. Sepanjang perjalanan ia diam. Jenifer pasti terlahir dari rahim kemiskinan. Makanan sehari-hari Jenifer; sepiring derita segelas nestapa. Keadaan membuat ia masuk perangkat laba-laba betina. Menjual kehormatan dengan harga sangat murah. Kyai Tahu tahu betul akan hal itu.<br />
Sampai di sebuah rumah yang kelihatannya agak sederhana, Kyai Rostam menyuruh Jenifer turun. Kyai mengucap salam dan berteriak pelan, “Umi, kita kedatangan tamu Allah. Segeralah bukakan pintu.”<br />
Seorang perempuan berjilbab membukakan pintu. Senyum menghias wajahnya yang berkerut. Ia menuntun Jenifer masuk. “Silahlkan, jangan sungkan-sungkan. Anggap saja rumah sendiri.”<br />
Jenifer semakin tak mengerti.<br />
Di ruang tamu Jenifer menunggu. Umi menyuguhkan teh hangat dan pisang goreng, sungguh nikmat. Jenifer juga ditawari makan. Ia menolak. “Sudah makan,” katanya.<br />
Kayai Rostam masuk ke ruang tamu. Ia duduk di kursi sebelah Jenifer.<br />
“Kita main sekarang, Kyai?” ucap Jenifer agak berbisik. Agak ragu ia mengucap kata itu. Apa mungkin lelaki tua ini punya hasrat kuda liar.<br />
“Tidak. Nanti saja. Lebih baik kamu mandi dulu, Umi sudah menyiapkan air hangat untukmu.”<br />
Mandi dulu? Beberapa pelanggan Jenifer juga sering menyuruh mandi dulu. Biar kesegaran menyerap ke dalam pori-pori kulit, supaya nyaman kulit bersentuhan, bertukar aroma tubuh. Jenifer pergi ke belakang. Menikmati tetes hangat dalam bimbang.<br />
Umi memberikan pakaian panjang untuk Jenifer. Pakaian pertama yang menutupi tubuhnya hingga mata kaki. Jenifer duduk di spring-bed sambil menyisir rambut panjangnya yang bak mayang terurai. Ia menunggu, ”Kyai Rostam&#8230;..atau ada lelaki lain?” yang akan saya layani dan yang akan segera datang?.<br />
Benar saja, ketukan pintu terdengar. Arif membuka pintu. Kyai Rostam terseyum di ambang pintu.<br />
“Sekarang kyai?”<br />
“Tidak. Nanti saja. Kamu istirahat saja dulu. Setiap malam kamu bekerja keras. Malam ini kamu istirahat dulu. Setelah mandi, enak sekali kan kalau tidur.”<br />
Jenifer mengerutkan dahi. Kyai Rostam meninggalkannya.<br />
“Jangan lupa kunci pintunya,” teriak Kyai Rostam.<br />
Jenifer menutup dan mengunci pintu. Ia semakin tak mengerti. Malam itu, Jenifer tertidur lelap. Ia bermimpi sepasang lelaki berpakaian putih, sungguh mewangi, memberikan matahari padanya.<br />
Sebelum azan shubuh berkumandang, Jenifer dibangunkan. Umi mengajak Jenifer shalat berjamaah di rumah. Kyai Rostam sudah berangkat ke Masjid. Jenifer menurut saja. Ia berusaha keras mengingat kembali bacaan shalat yang dulu pernah di ajarkan ibunya.<br />
Setelah sarapan Kyai Rostam memanggil Jenifer. Mungkin sekaranglah saatnya, pikir Jenifer. Ia berjalan pelan ke ruang tamu.<br />
Kyai Rostam menyuruh Jenifer duduk. Entah kenapa, Jenifer tak berani menatap wajah tua itu.<br />
“Kamu biasanya dibayar berapa untuk melayani semalam penuh?”<br />
Jenifer mendongak, tapi langsung menunduk lagi.<br />
“Katakan saja angkanya. Tak perlu sungkan.”<br />
Jenifer menyebut angka ”Satu juta Kyai”<br />
Kyai Sadawi mengeluarkan amplop dari sakunya. Ia meletakkan amplop di meja, menggesernya ke arah Jenifer. “Ini untuk mengganti tarif kamu semalam penuh. Kalau lebih, ambil saja sisanya.”<br />
“Tapi, saya kan belum me…&#8230;.”<br />
“Hanya saja. Saya pesan, tolong uang itu digunakan untuk kebaikan. Jangan dipakai untuk kemaksiatan. Ini rejeki halal kamu…”<br />
Jenifer makin tak berani menatap wajah Kyai Rostam.<br />
“… kamu itu sebenarnya perempuan baik. Dan bisa kembali baik. Saya tak bisa membantui banyak selain menjamu kamu semalam penuh. Maaf, kalau ada yang kurang berkenan. Inilah kesanggupan kami.”<br />
Kyai Rostam mengantar Jenifer sampai ke tempat induk semangnya lagi. Delman berjalan perlahan. Selama perjalanan Jenifer merenung, menatap amplop pemberian kyai Rostam.<br />
****<br />
Di malam-malam berikutnya, Kyai Rostam, melakukan hal yang sama pada perempuan malam lainnya. Tapi ia tidak pernah mengajak perempuan yang sama. Semalam Jenifer Lovez, malam berikutnya Tamara Safina. Di lain kesempatan, ia membawa Anggun Asmara . Begitu hingga tak terhitung jumlahnya.<br />
Di komplek prostitusi, para perempuan malam saling menuturkan pengalamannya.<br />
“Waktu dibawa, aku sempat heran. Masa sih, Pak Kyai mau main sama aku. Apa nggak patah tulangnya melayani jurus-jurusku.” Anggun tertawa.<br />
“Aku juga. Di rumahnya, wah kayak ratu aja. Belum pernah aku diperlakukan seperti itu. Yang paling baik, cuma senyum-senyum, merayu. Trus langsung tancap gas and ngejos,” tambah Tamara.<br />
Jenifer yang sedari tadi melamun ikut buka suara, “betul. Aku merasa di manusiakan kembali. Betapa baiknya psangan suami istri itu pada kita.”<br />
Semuanya terdiam. Kamar sempit itu hening. Matahari baru saja menampakkan wajahnya, waktu bagi mereka untuk melepas lelah. Jenifer berbaring, menhempaskan kepala ke atas bantal. Matanya nanar. Tiba-tiba ia menangis.<br />
“Kamu kenapa, Jenifer?” tanya Tamara dengan heran.<br />
“Tidak apa-apa. Tapi entah kenapa, kalau ingat wajah Kyai Rostam dan istrinya, aku juga terkenang, Bapak-Ibuku.”<br />
Tamara dan Anggun menghela napas. Panjang. Merekapun ikut merenung. Lama-kelamaan Tamara dan Anggupun juga ikut menangis.<br />
Semakin lama, makin banyak kupu-kupu malam yang suka membicarakan Kyai Rostam. Ada yang simpati, ada pula yang menganggapnya biasa saja. “Dia lagi loyo aja lagi.” Kyai Rostam menjadi buah bibir di kalangan perempuan malam.<br />
Jenifer yang akhir-akhir ini mulai malas menerima tamu, mencetuskan ide, “bagaimana kalau kita silaturahmi ke rumah Kyai Rostam lagi. Entah, aku kok jadi kangen sama, Umi.”<br />
Beberapa orang setuju. Tak disangka beberapa orang, lima belasan orang ingin juga mengunjungi Kyai Rostam. Suatu siang, mereka beramai-ramai pergi ke ruamh Kyai Rostam. Umi yang baru saja menunaikan shalat dzuhur terkejut. Mereka disambut dengan ramah dan di persilahkan duduk di ruang tamu.<br />
Kyai Rostam datang. Mengucapkan salam. “Wah, saya kedatangan tamu-tamu cantik-cantik dan anggun-angung nih?.”<br />
Senyum menghias wajah-wajah tanpa polesan meriah. Mereka senang mendengar pujian tulus Kyai Rostam. Mereka mengutarakan maksud kedatangan mereka. Bahkan Jenifer mencurahkan isi hatinya. Ia ingin berhenti melayani laki-laki. Tapi, bagaimana caranya.”<br />
Kyai Rostam tersenyum, mengucap syukur, “Pintu rumah ini tak pernah terkunci untuk kalian. Dan pintu maaf Yang Kuasa juga selalu terbuka. Tinggal kalian saja, kapan mau datang dengan wajah baru. Saya siap menampung kalian di psantren ini. Dan kalau kalian tak keberatan…” Kyai Rostam berbisik pada Umi yang duduk di sampingnya. Beberapa saat kemudian, Umi kembali bersama belasan pemuda berwajah bersih dan tampan-tampan. Mereka berdiri tak jauh dari psantren, mengenakan kain sarung dan pakaian lengan panjang, berpeci putih. “… kalau kalian tak keberatan, “Kyai Rostam melajutkan, “saya minta kalian menikah dengan santri-santri saya. Mereka siap berjihad mendampingi kalian.”<br />
Semua perempuan malam ternganga&#8230; &#8230; Tak percaya. Laki-laki berwajah bersih itu untuk mereka? Apakah ini mimpi&#8230;&#8230;. &#8230;.<br />
Jenifer menangis haru. Diikuti dengan isakan Tamara dan Anggun. Angin bertiuip semilir. daun-daun pohon melambai. Perempuan malam bertasbih, semesta ikut bertasbih. Selalu ada keajaiban untuk mereka yang benar-benar ingin kembali padaNya.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ceritabeta.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ceritabeta.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ceritabeta.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ceritabeta.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ceritabeta.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ceritabeta.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ceritabeta.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ceritabeta.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ceritabeta.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ceritabeta.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ceritabeta.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ceritabeta.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ceritabeta.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ceritabeta.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ceritabeta.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ceritabeta.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritabeta.wordpress.com&amp;blog=3562900&amp;post=4&amp;subd=ceritabeta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritabeta.wordpress.com/2008/04/22/jeniper-lovez-bertasbih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f14c89a4854137624391fbba4da1a685?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dna09</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Internet Masuk Desa</title>
		<link>http://ceritabeta.wordpress.com/2008/04/20/internet-masuk-desa/</link>
		<comments>http://ceritabeta.wordpress.com/2008/04/20/internet-masuk-desa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Apr 2008 01:27:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dna09</dc:creator>
				<category><![CDATA[kocak]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[cerita pendek]]></category>
		<category><![CDATA[cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[desa]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[parjo]]></category>
		<category><![CDATA[salah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritabeta.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Maraknya sarana komunikasi dengan hadirnya komunikasi melalui dunia maya (internet) hingga kepelosok desa ternyata tak selamanya berfungsi sesuai dengan harapan kita. Ini terbukti oleh adanya sedikit cerita mengenai e-mail masuk desa. Parijo, tukang kayu yang berasal dari daerah pegunungan Wonosobo bermaksud mengadu peruntungan di kota Yogyakarta . Saat itu bertepatan dengan adanya order pembuatan meubel [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritabeta.wordpress.com&amp;blog=3562900&amp;post=5&amp;subd=ceritabeta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Maraknya sarana komunikasi dengan hadirnya komunikasi melalui dunia maya (internet) hingga kepelosok desa ternyata tak selamanya berfungsi sesuai dengan harapan kita. Ini terbukti oleh adanya sedikit cerita mengenai e-mail masuk desa.</p>
<p><span id="more-5"></span><br />
Parijo, tukang kayu yang berasal dari daerah pegunungan Wonosobo bermaksud mengadu peruntungan di kota Yogyakarta . Saat itu bertepatan dengan adanya order pembuatan meubel disebuah hotel ternama di Yogyakarta .<br />
Tugiyem sebagai seorang istri yang berbakti kepada suami, saat itu juga ikut mengantar hingga terminal bis, dan ia berjanji akan segera menyusul besok.<br />
Sesampai di Yogyakarta Parijo segera mengirimkan kabar melalui e-mail kepada istrinya.</p>
<p>Sementara itu pada saat yang bersamaan pula di daerah wonosobo tersebut, Rugiyem salah seorang istri yang sedang berduka baru saja mengantarkan jenazah suaminya Paijo ke peristirahatannya yang terakhir. Segera selesai dari pemakaman ia membuka e-mail untuk mengetahui kabar dari beberapa sanak keluarganya. Namun baru saja dia membuka salah satu e-mail dan membacanya seketika ia menjerit dan jatuh pingsan. Melihat kejadian tersebut, anak Rugiyem segera menghampiri ibunya, ia merasa heran mengapa ibunya menjerit lalu pingsan saat membaca e-mail, rasa penasaranpun muncul dalam benaknya. Dengan hati-hati ia membaca e-mail yang baru saja dibaca oleh ibunya dan ia pun ikut menjerit kemudian pingsan.</p>
<p>Usut punya usut ternyata e-mail yang baru saja dibuka adalah e-mail dari Parijo yang ternyata salah pijit tombol pada saat menuliskan e-mail address istrinya. Kirim e-mail ke bini yang mustinya :</p>
<p>Tugiyem@wonosobo. co.id,<br />
menjadi<br />
Rugiyem@wonosobo. co.id</p>
<p>Maklum saja jari tukang kayu (Parijo) segedhe jempol, T dan R khan deketan tu. Maunya pijit &#8220;T&#8221; e&#8230;. malah &#8220;R&#8221; yang ke pijit. Ancur&#8230;&#8230;. &#8230;&#8230;.urusan</p>
<p>Mau tau isi e-mail yang dikirim Parijo ?</p>
<p>&#8216;Yem isteriku tercinta,<br />
Terimakasih banget yo, udah nganterken aku tadi pagi,<br />
Aku sudah sampai dengan selamat, disini diterima baik<br />
baik,Aku senang sekali karena banyak teman lama yang<br />
sudah duluan sampai,Katanya kamu akan nyusul besok,<br />
namamu sudah aku daftarkan disini, aku tunggu yaa<br />
supaya kita berdua bersama disini oh, ya ternyata<br />
disini lumayan panasnya,</p>
<p>Salam Kangen,<br />
Suamimu</p>
<p>&#8216;Ijo</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ceritabeta.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ceritabeta.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ceritabeta.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ceritabeta.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ceritabeta.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ceritabeta.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ceritabeta.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ceritabeta.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ceritabeta.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ceritabeta.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ceritabeta.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ceritabeta.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ceritabeta.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ceritabeta.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ceritabeta.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ceritabeta.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritabeta.wordpress.com&amp;blog=3562900&amp;post=5&amp;subd=ceritabeta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritabeta.wordpress.com/2008/04/20/internet-masuk-desa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f14c89a4854137624391fbba4da1a685?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dna09</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku berkata</title>
		<link>http://ceritabeta.wordpress.com/2008/03/29/aku-berkata/</link>
		<comments>http://ceritabeta.wordpress.com/2008/03/29/aku-berkata/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Mar 2008 15:14:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dna09</dc:creator>
				<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[diri sendiri]]></category>
		<category><![CDATA[islami]]></category>
		<category><![CDATA[kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[keluhan]]></category>
		<category><![CDATA[perkataan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritabeta.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku, bahwa sesungguhnya ini hanya titipan, bahwa mobilku hanya titipan Nya, bahwa rumahku hanya titipan Nya, bahwa hartaku hanya titipan Nya, bahwa putraku hanya titipan Nya, tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku? Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku? Dan kalau bukan milikku, apa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritabeta.wordpress.com&amp;blog=3562900&amp;post=6&amp;subd=ceritabeta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color:#008000;">Sering kali aku berkata,</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#008000;">ketika orang memuji milikku,</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#008000;">bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#008000;">bahwa mobilku hanya titipan Nya,</span></strong></p>
<p><span id="more-6"></span></p>
<p><strong><span style="color:#008000;">bahwa rumahku hanya titipan Nya,</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#008000;">bahwa hartaku hanya titipan Nya,</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#008000;">bahwa putraku hanya titipan Nya,</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#008000;">tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya,</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#008000;">mengapa Dia menitipkan padaku?</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#008000;">Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#008000;">Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#008000;">Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#008000;">Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#008000;">Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#008000;">kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#008000;">kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#008000;">Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#008000;">aku ingin lebih banyak harta,</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#008000;">ingin lebih banyak mobil,</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#008000;">lebih banyak rumah,</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#008000;">lebih banyak popularitas,</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#008000;">dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan,</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#008000;">Seolah semua &#8220;derita&#8221; adalah hukuman bagiku.</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#008000;">Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika :</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#008000;">aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#008000;">Nikmat dunia kerap menghampiriku.</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#008000;">Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan Kekasih.</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#008000;">Kuminta Dia membalas &#8220;perlakuan baikku&#8221;, dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#008000;">Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah&#8230;</span></strong></p>
<p><strong><span style="color:#008000;">&#8220;ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja&#8221;</span></strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ceritabeta.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ceritabeta.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ceritabeta.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ceritabeta.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ceritabeta.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ceritabeta.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ceritabeta.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ceritabeta.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ceritabeta.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ceritabeta.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ceritabeta.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ceritabeta.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ceritabeta.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ceritabeta.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ceritabeta.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ceritabeta.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritabeta.wordpress.com&amp;blog=3562900&amp;post=6&amp;subd=ceritabeta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritabeta.wordpress.com/2008/03/29/aku-berkata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f14c89a4854137624391fbba4da1a685?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dna09</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
